Arti Tafadhol

Arti Tafadhol dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Arti Tafadhol – Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya, adat, seni, dan bahasa daerah. Dari ujung Sabang sampai Merauke memiliki bahasa daerahnya masing-masing.

Keistimewaan nusantara ini juga tak lepas dari pengaruh budaya asing yang pernah berkunjung.

Seperti hal dari segi bahasa, banyak bahasa-bahasa asing yang disadur ke dalam bahasa sehari-hari masyarakat Indonesia.

Beberapa kata dari Bahasa Arab misalnya yang sudah tidak asing kita dengar di tengah-tengah obrolan masyarakat.

Beberapa di antaranya yang paling sering digunakan adalah syukron (terimakasih), afwan (maaf), hasan (baik), laa (tidak), antum (kamu), na’am (ya), fulus (uang), bakhil (pelit), dan lain sebagainya.


Sejarah Singkat Bahasa Arab di Indonesia


palembang.tribunnews.com

Penggunaan literasi bahasa ini awal mulanya dibawa oleh para saudagar Arab yang berdagang dan tinggal dalam kurun waktu yang cukup lama di Indonesia, yang kala itu masih berbentuk kerajaan-kerajaan.

Para saudagar tersebut berbicara menggunakan bahasa ibunya dengan sedikit mengerti bahasa Indonesia.

Karena interaksi antara masyarakat lokal dan para pedagang akhirnya terjadi akulturasi bahasa.

Sedikit demi sedikit masyarakat kita menyadur bahasa Arab menjadi bahasa sehari-hari.

Kata-kata yang paling sering diucapkan para pedagang Arab kala itu adalah “tafadhol”.

Bisanya digunakan saat terjadi tawar menawar barang, ketika ditemukan harga yang cocok maka pedagang Arab tersebut akan mengatakan “tafadhol, tafadhol…”.

Kata tafadhol dapat dikategorikan sebagai kalimat perintah namun dalam konteks yang sopan.

Salah satu kata yang paling sering digunakan dalam sehari-hari dan cukup populer di Indonesia.

Biasanya banyak digunakan oleh kalangan habaib dan asatidz (para ustadz).


Arti Tafadhol dan Contoh Penerapannya


Secara bahasa tafadhol adalah kalimat langsung yang diucapkan oleh orang pertama kepada orang kedua.

Sebagai contoh dalam sebuah percakapan antara dua orang, dimana si fulan sedang bertamu ke rumah fulanah.

Fulan : “Assalamu’alaikum!”
Fulanah : “Wa’alaikumsalam!”
Fulan : “Bolehkah saya masuk?”
Fulanah : “Ya, tafadhol, tafadhol!”

Nah sudah bisa membayangkan dong ya arti kata tafadhol itu apa? Untuk lebih jelasnya mari kita bahas lebih lanjut beserta contoh penggunaannya.

Penerapan Kata Tafadhol Dalam Keseharian

Kata ini seringkali digunakan sebagai kalimat menjamu, mempersilahkan, dan memerintah.

Arti kata tafadhol sendiri secara bahasa yaitu “silahkan”. Sebuah kata literasi dari bahasa Arab dan sudah menjadi kebiasaan yang dipakai penduduk Indonesia.

Beberapa contoh penggunaan kata tafadhol dalam beberapa kondisi yaitu sebagai berikut:

Menjamu, dikisahkan dua orang sahabat yang sedang silaturahmi bernama Ainun dan Hayati.

Ainun membuatkan minuman varian baru untuk Hayati yang sudah rela jauh-jauh datang ke rumahnya untuk berkunjung:

Ainun : “Ini kubuatkan minuman buah serut spesial untukmu Yati,”
Hayati : “wah kelihatannya nikmat sekali, boleh langsung kucoba?”
Ainun : “tafdhol tafadhol.. seadanya saja” 

Mempersilahkan, dikisahkan seorang wali murid menemui guru dari anaknya. Beliau berkunjung ke kantor si ustadz agar dapat berbincang lebih privat:

Wali Murid : “Assalamu’alaikum Ustadz!”
Ustadz : “Wa’alaikumsalam! Oh Pak Abdul..”
Wali Murid : “Iya Ustadz, maaf mengganggu ada yang ingin saya bicarakan sedikit tentang anak saya.”
Ustadz : “Oh iya, tafdhol ijlis Pak Abdul!”

Memerintah, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa penggunaan kata tafadhol untuk kalimat perintah adalah untuk konotasi kesopanan.

Sebagai contoh kisah mempersilahkan di atas, dapat juga dikategorikan sebagai penggunaan tafadhol dalam kalimat perintah.

Dimana Ustadz menyuruh Pak Abdul untuk duduk. Tentu saja kalimat perintah ini bukan memerintah seperti atasan ke bawahannya dong.

Kalau itu berbeda lagi konteksnya, tidak bisa menggunakan kata tafadhol.


Nah, sudah tidak asing lagi bukan dengan arti kata tafadhol, apalagi bagi kalian yang pernah nyantri alias mondok.

Tentu sering menggunakan kata ini saat berbicara dengan sesama santri lainnya. semoga bermanfaat, Wallahu A’lam.

Leave a Comment