√ Contoh CV Ta'aruf yang Benar Sesuai Syariat Islam dan Tahapannya

Contoh CV Ta’aruf yang Benar Sesuai Syariat Islam dan Tahapannya

Contoh CV Ta’aruf – Allah SWT menciptakan manusia agar saling mengenal satu sama lain, oleh karenanya kita hidup beruku-suku dan juga berbagai bangsa.

Sebagai makhluk sosial juga, kita tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain.

Sehingga banyak hikmah yang bisa kita ambil ketika kita mampu untuk berbaur di masyarakat secara luas.

Bayangkan saja jika anda hidup sendirian di suatu tempat terpencil, pasti akan kerepotan bukan? Anda tidak bisa berinteraksi dengan sesama, sehingga segala sesuatunya menjadi terbatas dan kekurangan.

Secara umum siklus kehidupan manusia setelah dilahirkan ke dunia adalah bertumbuh kembang dari bayi ke anak-anak, mengenyam pendidikan hingga habis masa remaja, bekerja, berkeluarga setelah dewasa, menikmati hari tua dan meninggal, tentu diisi dengan beribadah di sepanjang hidupnya.

Sebelum melangkah ke jenjang serius dalam perjalanan hidup manusia yakni menikah, terdapat proses panjang yang harus dilalui.

Setelah dewasa dan merasa sudah mampu untuk membangun keluarga, maka keinginan untuk menikah ini pun berubah menjadi sebuah kebutuhan.

Sebagaimana diketahui, bahwa menikah merupakan salah satu fitrah manusia. Oleh karenanya penting untuk dipersiapkan secara matang dan tidak boleh sembarangan.

Baik dalam persiapan diri pribadi, maupun calon pasangan yang hendak kita nikahi harus sebaik mungkin.

Islam-pun sudah mengatur kriteria memilih pasangan yang baik. Dalam proses menentukan calon pasangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Namun, taaruf menjadi jalan yang paling benar dibandingkan jika harus berpacaran. Mengapa demikian?


Tentang Ta’aruf


Sebelum membahas contoh CV taaruf, ada baiknya kita bahas dulu apa itu taaruf.

Secara bahasa taaruf artinya berkenalan, sedangkan menurut istilah secara umum, taaruf adalah interaksi antara dua orang atau lebih yang disertai maksud dan tujuan tertentu untuk saling memahami pribadi masing-masing.

Maka dari itu taaruf secara luas bisa menyangkut tentang pertemanan, persaudaraan, pernikahan dan lainnya.

Contoh sederhananya dalam kehidupan sehari-hari, setiap kali kita bertemu dengan orang baru lalu kita berkenalan maka sudah bisa disebut dengan taaruf.

Hal tersebut sangat dianjurkan dalam Islam, terutama untuk terus membangun interaksi yang bertujuan agar mempererat tali persaudaraan antar sesama.

Yang perlu menjadi catatan adalah, ada batasan-batasan yang diberlakukan ketika berkenalan dengan lawan jenis.

Memang sah-sah saja untuk dilakukan, namun tetap harus diiringi dengan kaidah Islam agar nantinya tidak menjadi hal yang justru menimbulkan kemudharatan.

Batasan yang dimaksud diantaranya adalah tidak boleh bercampur antara laki-laki dengan perempuan hanya berdua saja.

Namun kali ini kita akan membahas tentang taaruf yang merupakan salah satu proses menuju jenjang pernikahan.

Artinya, taaruf disini adalah sebagai sebuah proses saling mengenal antara laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan keyakinan berkaitan dengan kelanjutan hubungan keduanya dalam hal ini adalah menikah.

Meskipun tidak ada paksaan jika tidak terdapat kecocokan diperbolehkan untuk berhenti.

Oleh karena itu, taaruf disini tidak bisa dipandang sebagai proses yang main-main, sekadar coba-coba karena penasaran dan tidak mempunyai niat yang tulus.

Sebab, pernikahan merupakan salah satu bentuk ibadah. Bahkan juga dipandang Islam mampu menyempurnakan separuh agama.

Taaruf menjadi proses penjajakan dengan calon pasangan secara lebih islami dibandingkan dengan berpacaran.

Perbedaannya adalah tentang niat dan tujuannya, taaruf berorientasi lebih untuk meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan melalui proses yang cenderung singkat namun dilakukan dengan jalan yang sesuai kaidah agama.

Sedangkan pacaran kebanyakan dilakukan sebatas karena keinginan menjalani hari-hari dengan pasangan, dan umumnya cenderung kurang fokus membahas tentang hubungan ke depannya.

Berpacaran juga berpotensi membuat kita jauh dari tuntunan Islam, karena potensi yang besar pula untuk mendekati hal-hal zina.

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Meskipun proses bertaaruf tidak boleh dilakukan terlalu lama, dimana ketika sudah menemukan banyak kecocokan dan mendapatkan persetujuan dari kedua pihak keluarga, hendaknya agar segera dilanjutkan ke jenjang pernikahan saja.

Namun meskipun begitu, taaruf juga tidak boleh dilakukan dengan terburu-baru. Maksudnya adalah, setidaknya anda harus benar-benar mempersiapkan lahir dan batin.


Hal yang harus Disiapkan Sebelum Melakukan Ta’aruf


Berikut ini beberapa poin yang harus disiapkan sebelum anda melakukan ta’aruf.

1. Selesai Dengan Masa Lalu

Hubungan dengan masa lalu sering kali menjadi penghambat ketika ingin membangun sebuah hubungan yang baru.

Misalnya ketika anda pernah memiliki pengalaman mencintai seseorang di masa lalu, pastikanlah agar perasaan anda sudah selesai sepenuhnya.

Sebab untuk membangun hubungan dengan seseorang yang baru, terlebih untuk menikah yang harapannya adalah satu kali untuk seumur hidup, tentu anda harus siap dengan hati yang baru.

2. Meneguhkan Niat

Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa taaruf sebelum menikah tidak bisa dilakukan untuk main-main saja, maka seharusnya anda benar-benar meneguhkan niat.

Selain itu, juga perlu dibarengi dengan kesiapan fisik dan mental, karena proses taaruf ini tidak sama seperti ketika berpacaran.

Dan ketika sudah menjalani prosesnya pun anda juga harus memiliki kemantapan hati untuk menentukan kelanjutan proses yang dijalani.

Apakah akan melanjutkan ke jenjang pernikahan ataupun mengakhirinya ketika tidak mendapatkan kecocokan.

Anda bisa memperbanyak doa agar diberikan pilihan dan dapat memilih calon pasangan yang terbaik.

3. Memperbanyak Ilmu Seputar Pernikahan

Pengetahuan tentang pernikahan atau berumah tangga sangatlah penting. Pengetahuan ini akan membantu anda dalam menjalani kehidupan rumah tangga kelak.

Anda bisa memulai dengan banyak membaca berbagai informasi seputar pernikahan, atau juga bisa mengikuti kegiatan seperti seminar pra nikah.

Selain itu, dengan mendengarkan pengalaman dari orang tua atau orang terdekat yang sudah menikah juga bisa membantu anda.

Tentunya dengan mereka, anda bisa bertanya dengan lebih nyaman, dan jangan lupa untuk meminta saran dan restu sebelumnya.

Dengan membekali diri seperti ini, akan membuat niat dan langkah anda menjadi lebih mantap.


Proses Taaruf dalam Islam


Berikut ini beberapa tahapan taaruf secara singkat.

a. Mendaftarkan diri, sebagai kode atau isyarat untuk melakukan taaruf.

b. Bertukar proposal atau CV taaruf

Umumnya berbagai contoh CV taaruf berisi tentang informasi diri baik fisik dan kepribadian, keluarga, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan pengalaman, riwayat penyakit, visi dan misi pernikahan, kriteria pasangan, serta bisa ditambahkan jika memiliki permintaan khusus.

c. Melakukan pertemuan, dengan didampingi oleh perantara atau mahram, bisa juga dilanjutkan dengan pertemuan kedua keluarga, sekaligus meminta ijin dan restu untuk melakukan taaruf.

d. Menentukan sikap, anda bisa melakukan shalat istikharah untuk membantu memudahkan pengambilan keputusan akan lanjut atau tidak.

e. Memberikan jawaban kepada calon pasangan.

f. Jika ternyata kedua calon pasangan saling merasa cocok dan disetujui oleh keluarga, maka baiknya untuk tidak terlalu lama melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu khitbah (lamaran) dan melangsungkan pernikahan.


Contoh CV Taaruf


1. Data Pribadi

PAS FOTO

Nama lengkap:
Nama panggilan:
Tempat dan tanggal lahir:
Pekerjaan:
Agama:
Manhaj:
Anak ke:
Alamat asal:
Alamat sekarang:
Status:
Suku:
Nomor ponsel:
Alamat e-mail:
Akun Instagram:
Akun Facebook:
Akun Twitter:
Website/Blog pribadi:

2. Gambaran Fisik

Bentuk fisik:
Warna kulit:
Tipe rambut:
Warna rambut:
Warna mata:
Cacat fisik: (Ada/Tidak Ada)
Tinggi badan:
Berat badan:
Olahraga yang digemari:
Riwayat penyakit:
Ciri khas/tanda lahir:

3. Riwayat Pendidikan

a. Pendidikan Formal

Nama Sekolah, Jurusan, Tahun
SD/MI:
SMP/MTS:
SMA/SMK/MA:
Perguruan Tinggi:

b. Pendidikan Non Formal

Nama Kegiatan, Penyelenggara, Waktu

4. Catatan Prestasi

Nama Acara, Penyelenggara, Tahun, Keterangan

5. Gambaran Pribadi

Motto hidup:
Target hidup:
Hobi:
Makanan dan minuman favorit:
Hal yang disukai:
Hal yang dibenci:
5 karakter positif:
5 karakter negatif:

6. Aktivitas Sehari-hari

Merokok: (Iya/tidak)
Kegiatan saat waktu luang:
Membaca Alquran dan jumlah hapalan:
Salat wajib:
Ibadah sunah:
Pengajian rutin yang diikuti:

7. Profil Keluarga

Ayah:
Ibu:
Kakak:
Adik:
Anak: (Jika berstatus single parent)

8. Visi dan Misi Pernikahan

Visi pernikahan:
Misi pernikahan:

9. Kriteria Calon Pasangan

Kriteria fisik:
Kriteria non-fisik: (usia, pendidikan, domisili, suku, status nikah, sifat, dll)
Kriteria tambahan dari orangtua:

10. Rencana Pasca Menikah

Kehidupan rumah tangga:
Tempat tinggal:
Karier dan pekerjaan:
Keturunan dan pendidikan anak:
Pengelolaan keuangan keluarga:
Dakwah di keluarga dan lingkungan:
Target jangka pendek:
Target jangka panjang:


Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan taaruf adalah proposal atau CV taaruf. Hal tersebut harus dipenuhi ketika anda melakukan taaruf melalui lembaga, ataupun secara online.

Karena taaruf sendiri juga bisa dilakukan secara konvensional, yakni melalui bantuan keluarga, saudara, atau orang-orang yang dipandang mampu untuk mencarikan calon pasangan taaruf.

Demikian penjelasan kami mengenai Contoh CV Ta’aruf. Semoga bermanfaat.

1 thought on “Contoh CV Ta’aruf yang Benar Sesuai Syariat Islam dan Tahapannya”

Leave a Comment