Keutamaan Hari Jum’at, “Menyusuri Ketauladanan Nabi Muhammad SAW”

keutamaan hari Jum'at
perkarahati.com

Keutamaan Hari Jum’at – Ada apa dengan hari Jum’at? Dalam Islam, hari Jum’at dikenal dengan sebutan sayyidul ayyam yang berarti Rajanya Hari.

Umat muslim biasanya mengucapkan Jum’at Mubarok atau Jum’at Berkah setiap kali hari Jum’at tiba. Tidak jarang juga kita lihat di sosial media, postingan mengenai keutamaan hari Jumat, salah satunya ajakan membaca surat Al-Kahfi.

Kenapa hari Jum’at begitu istimewa? Mengapa Jum’at disebut sebagai rajanya hari? Mengapa hari Jum’at lebih utama dibandingkan hari-hari lainnya?

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum’at, pada hari itu Adam diciptakan. Pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)


Penjelasan Tentang Keutamaan Hari Jum’at


suaramasjid.com

Jika hadits di atas belum cukup menjawab pertanyaan teman-teman, mungkin hadits yang satu ini dapat menjawab pertanyaan kita semua tentang “Keutamaan hari Jum’at? Kenapa harus hari Jum’at?”

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dalam hadits Abu Lubabah Al-Badri, disebutkan lima peristiwa yang membuktikan keistimewaan dan keutamaan hari Jum’at, Rasulullah SAW bersabda:

Penghulu hari (sayyidul ayyam) adalah hari Jum’at, dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah, bahkan lebih agung bagi Allah daripada hari raya Fitri dan Adha. Dan pada hari Jum’at itu terjadi lima kejadian : [1] Allah menciptakan Adam pada hari itu, [2] Allah menurunkan Adam ke dunia pada hari Jum’at, [3] Pada hari itu Adam Wafat, [4] Pada hari itu ada satu saat yang tidaklah seorang memohon kepada Allah sesuatu melainkan pasti dikabulkan, selama ia tidak meminta barang yang haram, [5] Pada hari itu akan terjadi Kiamat. Tidak ada malaikat yang dekat kepada Allah, langit, bumi, angin, gunung-gunung, lautan, melainkan semua mencintai hari Jum’at.”(HR.Ahmad dan Ibnu Majah).

Berdasarkan penjelasan hadits di atas, disimpulkan bahwasanya hari Jum’at merupakan Rajanya hari yang sangat mulia bagi Allah, bahkan lebih mulia daripada hari Raya Idul Fitri dan Adha. Berikut keistimewaan hari Jumat.

1) Hari diciptakannya Nabi Adam AS
2) Hari diturunkannya Nabi Adam AS ke dunia
3) Hari wafatnya Nabi Adam AS
4) Hari dikabulkannya do’a
5) Hari terjadinya Kiamat
6) Malaikat, langit, bumi, angin, gunung-gunung, lautan, yang dekat dengan Allah mencintai hari Jum’at


Aktivitas Nabi Muhammad SAW di Hari Jum’at


Keutamaan Hari Jum'at
news.detik.com

Pada hari Jum’at seluruh umat Islam, khususnya laki-laki, berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan sholat Jum’at.

Dalam beberapa riwayat dikisahkan Rasulullah SAW melakukan aktivitas tertentu pada hari Jum’at. Aktivitas ini tidak selalu bersifat ritual, seperti wiridan, doa, sholat dan sejenisnya. Rasulullah suka mengerjakan ibadah yang bersifat sosial.

Dalam kitab ‘Amal Yaum wa Lailah, Al-Suyuthi mengatakan:

“Nabi SAW membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas usai sholat Jum’at sebanyak tujuh kali dan beliau juga memperbanyak sholawat pada hari Jum’at dan malamnya. Ia juga mengerjakan shalat sunah setelah sholat Jum’at di rumahnya, tidak di masjid. Setelah itu apa yang dilakukan Nabi SAW? Beliau mengunjungi saudaranya, menjenguk orang sakit, menghadiri penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah”.

Rasulullah SAW mencontohkan kepada umatnya untuk terbiasa membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas sebanyak tujuh kali setelah Jum’at, serta memperbanyak membaca sholawat.

Setelah membaca surat-surat tersebut dan melantunkan doa, Rasulullah biasanya melakukan sholat sunah di rumahnya.

Hari Jum’at juga dijadikan Rasulullah SAW sebagai ajang untuk bersilaturrahmi kepada sanak-saudara, menjenguk orang yang sedang sakit atau ditimpa musibah, membantu proses penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah.

Amalan Yang Dianjurkan di Hari Jum’at

dream.co.id

Membersihkan Diri (Mandi Jumat)

Mandi Jum’at merupakan sunah khusus pada hari Jumat dan berlaku umum bagi siapapun yang menghadiri shalat Jum’at. Salman Al Farisi berkata, Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan dian tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya diantara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).

Hal ini ditegaskan juga dalam hadits riwayat Ibnu Hiddan dari Ibnu Umar:

Barang siapa yang mendatangi shalat Jum’at baik laki-laki maupun wanita maka hendaklah mandi

Membersihkan diri merupakan sunnah Rasul. Tidak hanya bagi muslim laki-laki yang akan melaksanakan shalat Jum’at, muslimah pun disunnahkan untuk mandi Jum’at sebagai tanda memuliakan hari Jum’at.

Membersihkan diri, mandi sunnah, membersihkan kuku, memotong rambut, memakai wewangian dan memakai baju putih menjadi amalan yang baik sebelum melaksanakan shalat Jum’at.

Tubuh yang telah dipaksa beraktivitas selama hampir sepekan membutuhkan perawatan agar tetap terjaga kesehatan dan kebersihannya. Membersihkan diri juga sebagai tanda kita mensyukuri karunia Allah atas tubuh yang sehat dan bermanfaat.

Selain membersihkan diri dengan mandi, memotong kuku dan sebagainya, batin kita juga perlu dibersihkan agar senantiasa mengingat Allah. Perbanyaklah berdzikir dan ber-istighfar memohon ampun kepada Allah SWT serta bermuhasabah diri atas segala kesalahan.

Membaca Surat Al-Kahfi

Diriwayatkan oleh Al-Hakim:

من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at akan ada cahaya yang menyinarinya diantara 2 Jum’at”. (HR.Hakim)

Fadhilah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau siang hari di hari Jum’at adalah Allah SWT akan memberikan ketenangan hati sejak Jum’at ke Jum’at lagi atau selama sepekan.

Perbanyak Baca Sholawat

Membaca sholawat sebanyak-banyaknya sangat dianjurkan, selain agar mendapat syafa’at di yaumil akhir, hikmah sholawat juga memudahkan dalam mendapatkan kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda:

Maka perbanyaklah (sholawat) kepadaku pada hari (Jum’at) ini, sesungguhnya sholawat kalian akan ditampakkan kepadaku” (H.R Abu Daud no.1047 hadits shahih).

Bersedekah

Perbanyaklah bersedekah sebagai amalan di hari Jum’at. Sedekah tidak harus selalu bersifat uang, kamu bisa bersedekah berupa makanan, atau hal lainnya. Jangan pernah mengkhawatirkan uangmu akan menjadi habis jika bersedekah. Karena Allah akan melipatgandakan padahal bersedekah.

Ibnu Qayyim berkata:

Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya.”

Hadits dari Ka’ab menjelaskan:

Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya.” (Mauquf Shahih)

Shalat Jum’at

Shalat Jum’at menjadi kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan oleh kaum laki-laki. Apabila telah meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali maka ia tergolong orang yang fasiq.

Dalam sebuah hadits disebutkan “Jum’at adalah kewajiban bagi setiap Muslim secara berjamaah kecuali empat orang. Hamba sahaya yang dimiliki, perempuan, anak kecil dan orang sakit.” (HR. Abu Daud).

Shalat Jum’at wajib hukumnya bagi kaum laki-laki, sementara perempuan, anak kecil, dan orang sakit tidak diwajibkan melaksanakannya. Menyegerakan pergi ke Masjid untuk melaksanakan shalat Jum’at juga hukumnya sunah.

Perbanyak Berdoa

Hari Jum’at merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa memohon kepada Allah. Hal tersebut diriwayatkan dalam sebuah hadits:

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jum’at lalu ia bersabda, di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya sebentarnya waktu tersebut.” (HR. Bukhari no. 935 dan Muslim n0. 852, dari sahabat Abu Hurairah).

Ada perbedaan pendapat mengenai kapan waktu mustajab itu, Ibnu Qayyim Al jauziah menjelaskan: “Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits shahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi”. (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

Ada dua waktu paling mustajab pada hari Jum’at. Pertama, saat duduknya khatib sampai selesai shalat. Kedua, saat ba’da ashar.


Itu dia beberapa amalan yang dapat kamu lakukan pada hari Jum’at, rajanya hari atau sayyidul ayyam. Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi umat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu.” (HR. Ibnu Majah)

Hari Jum’at merupakan hari besar bagi umat Islam. Maka, kita selaku muslim dan muslimah dianjurkan untuk selalu berusaha dan berdoa dalam melaksanakan amalan-amalan yang dianjurkan di hari Jum’at.

Demikian pembahasan kita mengenai Keutamaan Hari Jum’at kali ini, semoga informasi singkat ini bermanfaat. Aamiin!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*