Pengertian Baiat Beserta Contohnya yang Pernah Ada

Pengertian baiat adalah janji setia atau suatu ikrar (sumpah) yang dilakukan untuk menunjukkan sikap setia pada sumpah yang telah diikrarkan dalam membela kebenaran.


Pengertian Baiat


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan kata baiat adalah pelantikan secara resmi atau pengangkatan maupun pengukuhan.

Arti lain dari baiat adalah pengucapan sumpah setia kepada imam atau pemimpin. Secara etimologi kata baiat berarti kesepakatan dalam akad jual beli atau kepatuhan.

Asal kata dari baiat adalah baa’a (باع) atau menjual.

Kata turunan dari baiat adalah membaiat yang sama artinya dengan melakukan baiat.

Dimana orang mengucapkan ssumpah setia kepada pemimpin mereka, entah imam dan sebagainya.

Menurut Ibnu Khaldun dalam kitabnya Al Muqadimah, baiat merupakan janji untuk taat.

Seakan-akan orang yang melakukan baiat itu berjanji kepada pemimpinnya untuk menyerahkan kepadanya segala kebijakan mengenai urusan dirinya dan juga seluruh umat Islam.

Tentu dengan taat tanpa menentangnya baik ia suka maupun tidak.

Contoh Baiat

Baiat atau janji setia ini seperti halnya yang pernah dilakukan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dengan Kaum Anshar.

Saat itu beliau melakukan Baiat Aqabah atau Perjanjian Aqabah.

Begitu juga dengan para sahabat ketika terdengar berita kematian Usman bin Affan, yakni Baiat Ridwan.

Perjanjian atau baiat juga bisa digunakan untuk mengungkapkan janji setia rakyat kepada pemimpin, seperti rakyat kepada para Khalifah.

Begitu juga dengan janji seorang murid kepada mursyidnya dalam tarekat untuk setia mengamalkan ajarannya.

Misalnya mengamalkan dzikir, wirid, ddo’a, serta bimbingan spiritual lainnya.

  • Bai’atul Aqabah

Merupakan sumpah atau janji yang diikrarkan pada zaman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Dilakukan oleh sebelas orang laki-laki dan satu orang wanita penduduk Madinah.

Dimana isinya menyatakan bahwa mereka tidak akan mencuri, tidak akan menyekutukan Allah, tidak berzina, tidak membunuh, tidak memfitnah, dan tidak mendurhakai Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Ini adalah perjanjian Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dengan para sahabat yang kala itu dilakukan di Bukit Aqabah, Mina.

Terjadinya baiat Aqabah I jatuh pada tahun 621 Masehi. Riwayat lain mengatakan jika perjanjian ini terjadi antara 10 orang Aus dan 2 orang Khazraj.

Isi perjanjian pertama kurang lebih adalah tidak menyekutukan Allah dan melaksanakan segala perintah Nya serta meninggalkan segala yang dilarang oleh Nya.

Kemudian pada tahun 622 Masehi atau di tahu ke 13 kenabian terjadilah perjanjian Aqabah II.

Sumpah tersebut dilakukan anatara 73 orang pria dan 2 orang wanita dari Madinah. Isinya antara lain:

1. Mendengar dan taat, baik dalam perkara yang disukai ataupun yang tidak disukai.

2. Berinfak, baik dalam waktu lapang maupun sempit.

3. Beramar ma’ruf nahi munkar.

4. Tidak terpengaruh dengan celaan orang kafir.

5. Melindungi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam seperti keluarga mereka sendiri.

  • Baiat Ridwan

Ini merupakan perjanjian atau ikrar para sahabat di tahun 628 Masehi ketika mendengar kabar bahwasannya Usman bin Affan gugur.

Mereka berbaiat unuk tidak akan mundur dalam peperangan.

  • Baiat Aammah

Inilah baiat umum terhadap Abu Bakar yang dilakukan oleh masyarakat umum di Masjid Nabawi.

Diikrarkan untuk mengesahkan dan mengangkat Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifah umat Muslim pertama pengganti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

  • Baiat Saqiifah

Sebuah pembaiatan terhadap Abu Bakar yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tertentu yang hadir dalam suatu pertemuan untuk mengangkat Abu Bakar sebagai pemimpin umat (khalifah).

Masalah bai’at ini telah ada bahkan sebelum datangnya Islam.

Dahulu, anggota-anggota dari tiap kabilah memberikan bai’atnya kepada pemimpin kabilah mereka yang telah ditunjuk dan disepakati.

Mereka mengikuti perintah dan larangan dari pimpinan kabilah mereka.

Demikian penjelasan kami mengenai . Semoga bermanfaat.

Leave a Comment