pengertian maullid nabi

Pengertian Maulid Nabi (Penjelasan LENGKAP)

Pengertian maulid Nabi adalah hari di mana seorang Nabi dilahirkan.

Di Indonesia sendiri maulid Nabi erat kaitannya dengan hari kelahiran baginda Rasul Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Penjelasan lengkap mengenai pengertian maulid nabi bisa dilihat dari penjelasan dibawah ini.


Pengertian Maulid Nabi


Kata maulid dalam kamus besar Bahasa Indonesia memiliki arti hari lahir, tempat lahir, atau peringatan hari lahir khususnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Kata Maulid atau milad dalam bahasa Arab juga memiliki arti hari lahir.

Perayaan Maulid Nabi

Di Indonesia sendiri Maulid Nabi erat kaitannya dengan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Perayaannya jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal menurut kalender Hijriyah.

Masyarakat Islam di Indonesia sering mengadakan perayaan maulid nabi.

Hadirnya peringatan atau perayaan maulid nabi merupakan sebuh tradisi turun temurun yang ada jauh setelah wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Substansi dari perayaan maulid nabi ialah ekspresi kebahagiaan serta penghormatan kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Lalu bagaimanakah Islam memandang adanya perayaan ini?

Sebenarnya malam kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak diketahui secara pasti.

Sebagian ulama kontemporer memastikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam kesembilan Rabi’ul Awwal dan bukan malam kedua belas.

Sehingga merayakan peringatan maulid Nabi di hari kedua belas Rabiul Awwal tidak sesuai dengan sejarah.

Milad siapa yang kita rayakan jika Nabi saja diperkirakan lahir tiga hari sebelumnya.

Dipandang dari segi syariat pun perayaan ini tidak ada dasarnya.

Sebagaimana perayaan hari ulang tahun yang juga telah dilarang oleh Rasululah shallallahu alaihi wasallam sendiri karena menyerupai kaum kafir.

Seandainya itu termasuk syariat tentu Nabi dan para sahabatnya telah melakukan dan menyampaikan kepada umatnya.

Bisa dikatakan perayaan tersebut bukanlah berasal dari ajaran Islam, maka kita tidak diperbolehkan melakukan itu.

Untuk menghormati Rasulullah cukuplah dengan beribadah kepada Allah sesuai dengan tuntunan Beliau.

Alasan Peringatan Maulid Nabi adalah Syubhat

Pertama, landasan beragama Islam Qur’an dan Sunnah, bukannya keadaan sosial suatu masyarakat atau tradisi yang berkembang.

Bukan juga warisan leluhur karena semua itu merupakan landasan yang sangat rapuh dan alasan yang bathil.

Kedua, berdalih tradisi untuk membenarkan suatu amalan yang jelas tidak dituntunkan dalam Islam merupakan wujud pendalilan yang keliru.

Hal seperti itu sama saja dengan menentang kebenaran dan menolak pertunjuk serta mengikuti langkah kaum musyrikin dan munafikin.

Ketiga, sesungguhnya ukuran kebenaran bukan terletak pada banyaknya masyarakat yang telah melakukan amalan tersebut. Sejatinya manusia hanyalah makhluk yang sering berada dalam kesesatan dan kebatilan.

Pandangan Masyarakat dan Kebenarannya

Masyarakat berdalih bahwasannya merayakan maulid nabi merupakan bentuk wasilah.

Namun, perlu dipahami wasilah yang digunakan untuk mewujudkan sebuah tujuan haruslah wasilah yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

Sehingga untuk melaksanakan berbagai macam amalan kebaikan hendaknya menggunakan wasilah yang baik dan disyariatkan oleh agama.

Tidak dibenarkan mengada-adakan sebuah wasilah bid’ad yang tidak disyariatkan karena bisa jadi bertentangan dengan prinsip agama Islam.

Tidak diragukan lagi bahwasannya peringatan maulid Nabi merupakan wasilah yang menyelisihi sunnah.

Hal itu dikarenakan tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah semasa hidupnya untuk memperingati hari kelahirannya sendiri.

Begitu juga dengan para sahabat dan salafush shaleh.

Jika perayaan maulid nabi termasuk kesempurnaan agama pastilah sudah ada sejak sebelum wafatnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Jika tidak termasuk kesempurnaan agama, maka tidak mungkin termasuk dalam syariat agama atau amalan ibadah yang dituntunkan. Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ ___________
رَحِيمٌ

_____________ Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Al Maidah: 3]

Demikian penjelasan kami mengenai pengertian maulid nabi. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment