“Aamiin Allahumma Aamiin” | Kalimat Pamungkas di Penghujung Doa

Aamiin Allahumma Aamiin
umroh.com

Aamiin Allahumma Aamiin – Berdoa adalah obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan hati yang sedang dilanda pilu. Terkadang ada saja persoalan hidup yang membuat hati kita lemah dan berujung pada kesedihan. Disaat itu kembalilah mendekat kepada Sang Pemilik Hati, Allah SWT.

Lewat doa, adukan semua keluh kesah kepada-Nya, mintalah diberi petunjuk dan jalan keluar agar semua beban di hati dihilangkan diganti dengan kebahagiaan.

Hidup tidak selamanya bahagia, kesedihan terkadang hadir sebagai bumbunya. Roda kehidupan itu berputar, terkadang kita berada di puncak bahagia seketika bisa jatuh ke titik terendah. Banyak dari kita pada masa-masa itu akan merasa berat hatinya karena lara.

Setiap masalah yang kita hadapi tentu sudah pada takarannya, karena Allah SWT menguji seorang hamba tidak akan melebihi batas kemampuannya.


Penjelasan Arti Aamiin Allahumma Aamiin


umroh.com

Kenapa di setiap penghujung doa kita selalu mengucapkan “Aamiin Allahumma Aamiin (آمِيْن اللّهُمَّ آمِيْن)”? Ada makna apa di balik kalimat ini sebenarnya?

Pada dasarnya “Aamiin” adalah sebuah kalimat pamungkas agar terkabulnya sebuah doa. “Aamiin Allahumma Aamiin” merupakan bentuk kalimat permohonan kepada Allah agar semua hajat yang disebut dalam sebuah doa dikabulkan.

Secara bahasa kalimat permohonan memiliki arti “Kabulkanlah ya Allah Kabulkanlah”. Oleh karena itu wajar kalimat Aamiin Allahumma Aamiin sering disebut di setiap penghujung doa setelah kita mengadu dan memohon ini-itu kepada Allah SWT.

Doa adalah perwujudan dari sifat rendah hati (tawadhu’). Kekuatan doa tidak memandang kedudukan, pangkat, maupun derajat manusia. Saat bermunajat kepada Allah SWT kita semua adalah sama tanpa perbedaan suku maupun budaya.

Umat muslim di seluruh dunia meyakini bahwa saat membisikkan doa dan harapan Allah SWT pasti mendengarnya. Allah telah menjelaskan kepada kita di dalam firmannya, surat Al-Baqarah ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Maka mendekatlah kepada Allah di setiap suka dan dukamu. Apabila memperoleh kesenangan, bersyukurlah di dalam doa, dan apabila kesedihan datang mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang senantiasa bertaubat.

Keutamaan Berdoa

Selain sebagai kalimat permohonan, lafadz “Aamiin Allahumma Aamiin” juga menjadi bentuk dari wujud rasa syukur seorang hamba kepada Tuhannya. Doa menjadi sumber kekuatan umat muslim dalam menjalankan ibadah.

Disaat berhadapan dengan kesulitan, maka panjatkanlah doa kepada Yang Maha Kuasa. Bahkan dalam keadaan bahagia sekalipun jangan lupa bersyukur lewat sebuah doa. Doa tersebut tentu saja tidak akan dikabulkan jika kita tidak mengimani dan mengamininya.

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk rajin-rajin berdoa. Walau belum pasti kapan doa tersebut dikabulkan, jika tidak di dunia biarlah setiap doa yang dipanjatkan menjadi tabungan pahala di akhirat nanti.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Artinya: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 13).

Setiap kali kita bersyukur maka Allah akan melipat gandakan nikmatnya kepada hamba-Nya yang sabar. Luangkan waktu sejenak dan renungkan sudah berapa banyak nikmat yang Allah berikan kepadamu?

Nikmat sehat, bernafas dengan mudah, lancar dalam segala urusan, maka apalagi yang harus kita keluhkan. Sebagai khalifah di muka bumi ini, maka jalanilah tugasmu sebaik mungkin.

Doa adalah ibadah

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.” (QS. Al-Mu’min: 60).

Begitu murahnya Allah memberikan pahala kepada hamba-Nya, hanya dengan berdoa saja kita sudah memperoleh faedah ibadah. Sering-seringlah bermunajat kepada Allah, meski hajatmu tak dikabulkan segera atau bahkan tak di dunia, lantunan doamu saja sudah menjadi tabungan pahala.

Doa diyakini mampu menolak takdir Allah

Menolak takdir disini berarti segala ketetapan yang tergantung pada permohonan di dalam doa. Dimana bisa jadi doa yang kita panjatkan menjadi penyebab terjadi atau tidak terjadinya suatu perkara.

لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ

Artinya: “tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa.” (Sunan At-Tirmidizi, bab qodar 8/ 305-306).

Misal, seseorang sudah ditakdirkan dapat kemalangan pada hari ia akan berangkat bekerja. Namun karena ia rutin membaca doa sebelum berangkat bekerja setiap harinya, akhirnya ia terhindar dari kemalangan tersebut.

وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ وَأَدْعُو رَبِّي عَسَى أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا

Artinya: “Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku.” (QS. Maryam: 48).

Hal ini berarti banyak berdoa juga mampu menghindarkan seseorang dari segala marabahaya, bencana, maupun musibah.


Untuk itu jangan pernah berhenti berdoa kepada Allah, meski tidak dikabulkan di dunia ini biarlah menjadi tabungan pahala pemberat timbangan amal di yaumul hisab nanti. Di setiap doamu jangan lupa untuk mengucapkan “Aamiin Allahumma Aamiin”, agar doa dan harapanmu qabul.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*