Arti Ma Fi Qalbi Ghairullah dan Kaitannya dengan Tingkat Keimanan

Arti Ma Fi Qalbi Ghairullah
hidayatullah.com

Arti Ma fi Qalbi Ghairullah – Sejatinya hakikat hidup bukanlah tentang siapa yang paling tinggi tahta dan martabatnya, melainkan ia yang berhasil mendahulukan Allah di segala kepentingannya. Hati manusia sifatnya lemah, mudah berubah-ubah dan terpengaruh oleh rasa.

Rasa ingin didahulukan, rasa ingin diutamakan, serta rasa ingin di nomor satukan. Hingga membuat diri kita lupa bahwa Allah di atas segalanya. Allah yang seharusnya bertahta di hati kita, Allah pula yang seharusnya kita dahulukan dari segala urusan dunia.

Saat bangun dari tidur hari ini, apa yang pertama kali terlintas di benak Anda? Sudahkah bersyukur kepada Allah, atau malah langsung mengeluh karena begitu banyaknya tugas yang harus Anda selesaikan?

Sadarkah kita bahwa urusan dunia membuat kita semakin menjauh dan lupa kepada Allah. Untuk itu perlunya mendalami makna kalimat “Ma fi Qalbi Ghairullah”dalam kehidupan sehari-hari.


Arti Ma fi Qalbi Ghairullah


islami.co

Dalam tatanan bahasa Arab lafadz tersebut terbentuk dari 5 suku kata, yaitu “ma (مَا)”, “fii (فِي)”, “qalbi (قَلْبِي)”, dan “ghairu (غَيْرُ)”, dan Allah (الله)”.

Secara bahasa arti Ma fi Qalbi Ghairullah adalah “tidak ada di dalam hatiku melainkan Allah”. Bentuk pengakuan seorang hamba tentang keteguhan hatinya dalam mengingat Allah. Menetapkan Allah sebagai tujuan hidup di dunia, sehingga segala urusan duniawi tak mudah menggoyahkan imannya.

Jika kalimat ini telah bertengger di hati maka perbuatan kita sebagai seorang muslim pun akan sesuai dengan tuntunan agama. Artinya membuang jauh-jauh segala perkara yang membuat kita lalai terhadap Allah SWT.

Lafadz tersebut bisa dikatakan sebagai bentuk implementasi lebih lanjut dari ucapan dua kalimat syahadat. Syahadat itu sendiri merupakan pengakuan seorang muslim bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Alah.

Kualitas iman seorang hamba yang mengamalkan makna lafadz ini dalam kesehariannya tak perlu dipertanyakan lagi. Ia pasti memiliki hati yang lembut serta akhlak yang mulia kepada sesama. Tanpa pandang bulu, kasta, ras, suku, maupun tahta semua manusia sama di matanya.

Karena Allah senantiasa menjaga hati mereka yang senantiasa mengingat-Nya. Hal ini selaras dengan doa Ya Muqollibal Qulub yang sering diucapkan oleh Rasulullah. Dimana Rasul menganjurkan umatnya untuk senantiasa memanjatkan doa ini setiap harinya.

Rasulullah SAW pun mencontohkan hal yang sama, karena setiap hamba Allah butuh doa agar bisa istiqamah di jalan-Nya. Ya Muqollibal Qulub, adalah salah satu doa agar diteguhkan hati dalam ketaatan serta istiqomah kepada Allah.

Penjelasan Ma fi qalbi ghairullah

Hanya Allah yang mampu memberi taufik dan hidayah kepada manusia. Jika Allah berkehendak, maka bisa saja kita sudah tersesat dalam kegelapan yang nyata. Namun jika kita terus berdoa agar dapat istiqomah hatinya, maka Allah akan senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya.

Begitu juga dengan mendalami makna lafadz ma fi qalbi ghairullah, maka seseorang membuang jauh hal-hal selain Allah di dalam hatinya.

Kasih sayang Allah juga akan senantiasa tercurahkan kepada hamba-Nya yang tak pernah melupakan kebesaran-Nya. Tak hanya kasih sayang Allah juga akan memberikan balasan yang setimpal kepada mereka yang senantiasa menerapkan makna lafadz ini.

Sejatinya setiap muslim wajib mengamalkan lafadz ini di dalam kesehariannya. Tak hanya di dalam hati, tapi membuktikannya lewat perkataan dan perbuatan. Percuma saja mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya, namun perbuatannya tak mencerminkan kasih sayang sedikitpun.

Hindarilah segala sesuatu yang membuat kita semakin menjauh dan lupa kepada Allah. Apabila kita mampu mengamalkan arti Ma fi qalbi Ghairullah dengan baik, Insya Allah kita dipertemukan kembali di surga Allah. Aamiin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*