Doa Berangkat Bekerja

Doa Berangkat Bekerja (Lafadz Arab dan Terjemahannya)

Doa Berangkat Bekerja – Untuk memperoleh pekerjaan susah-susah gampang, ada yang sekali melamar langsung lolos ada pula yang perlu mencicipi beribu kegagalan baru kemudian mendapatkan pekerjaan.

Dalam Islam bekerja mencari rezeki demi keluarga merupakan sebagian dari ibadah. Hal ini tentu saja harus disertai niat yang tulus dan melakukan pekerjaan yang halal.

Mencari nafkah untuk menghidupi diri sendiri, keluarga, dan saudara lainnya termasuk ke dalam amalan jihad fi sabilillah.

Bekerja adalah sebagian dari ikhtiar manusia dalam menjemput rezeki yang berkah dan halal sesuai janji Allah SWT.

Setiap manusia dewasa yang dianggap sudah mampu memiliki kewajiban untuk mencari penghasilan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Rezeki sifatnya harus dikejar tidak akan datang dengan sendirinya bila tidak dijemput.

Maka bertebaran lah di muka bumi ini mencari rezeki yang halal, dengan penuh keyakinan akan ketetapan Allah SWT.


Mengamalkan Doa Berangkat Bekerja


flickr.com

Agama Islam selalu mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa membaca doa setiap akan melakukan aktivitas yang baik, terutama yang diniatkan untuk ibadah.

Sebelum bekerja sepatutnya kita membaca doa agar dijauhkan dari rezeki yang haram dan tidak diridhai Allah SWT.

Saat mengerjakan tugas dan kewajiban dalam pekerjaan, lakukanlah dengan ikhlas, sepenuh hati, dan dipenuhi kejujuran.

Apapun bentuk pekerjaan yang kita miliki, entah berupa pekerjaan yang mengandalkan otak maupun otot, kesemuanya sama di sisi Allah.

Semua kesenangan yang diberikan di dunia ini merupakan titipan saja. Kekayaan, istri, anak, dan kerabat yang setia semua merupakan cobaan bagi masing-masing diri.

Jadi jangan lupa untuk terus mengingat Allah di setiap keadaan, baik suka maupun duka, dan janganlah mudah terlena dengan kehidupan dunia.

Allah SWT hanya menilai seberapa tulus niat ibadah yang kita sisipkan di balik pekerjaan tersebut.

Terkadang kita khilaf dan lupa bahwasanya rezeki datangnya dari Allah, sehingga seringkali mengejar kepentingan dunia sementara lupa mensyukuri penghasilan kita per harinya.

Allah memberikan harta kekayaan yang melimpah dari hasil pekerjaan dan jerih payah kita.

Namun sadarkah kita bahwa semua itu hanya titipan dari Allah, apakah kita bisa membelanjakan harta tersebut di jalan-Nya.


Doa Berangkat Bekerja


Doa Berangkat Bekerja
muslim.okezone.com

َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaan-Mu dan pemberian-Mu, rizki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan engkau Zat yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang engkau sukai, kecuali Engkau jadikanlah kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.”

اَللّهُمَّ ارْزُقْنِيْرِزْقًا حَلاَلاً طَيِّباً, وَاسْتَعْمِلْنِيْ طَيِّباً. اَللّهُمَّ اجْعَلْ اَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمْرِيْ. اَللّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَاَغِْننِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا نَافِعًا. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ نَعِيْمًا مُقِيْمًا, اَلَّذِيْ لاَ يَحُوْلُ وَلاَ يَزُوْلُ

Artinya: “Ya Allah, berilah padaku rezeki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. ya tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya, Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezeki yang luas dan berguna, Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu nikmat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.”

Doa berangkat kerja di atas dapat dibaca sebelum kita melangkahkan kaki keluar dari rumah. Atau dapat juga dibaca ketika akan memulai menjalankan kendaraan menuju ke tempat bekerja.


Ciri Bekerja yang Berbuah Surga


liputan6.com

Mengenai jenis pekerjaan yang akan kita lakukan, maka pilihlah yang senantiasa mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Pekerjaan yang halal jauh dari riba, dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Pilihlah pekerjaan yang tidak menyimpang dari aturan syari’at.

Apabila pekerjaan yang kita lakukan baik dan tidak keluar dari aturan Allah, Insya Allah jerih payah kita selama di dunia ini akan berbuah surga.

Untuk itu jangan lelah untuk senantiasa berjuang mencari rezeki-Nya yang halal, bahkan dalam keadaan tersulit sekalipun.

Teruslah berharap bahwa di balik setiap usaha baik yang kita lakukan tidak akan sia-sia.

Allah akan membalas dengan rahmat-Nya, jika tidak di dunia ini biarlah menjadi tabungan pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat nanti.

Untuk itu yakinlah, bukan harta yang menjamin tingginya derajat seseorang, namun tingkat ibadahnya kepada Allah dan tak pernah berputus asa.

Karena sesungguhnya putus asa adalah satu sifat yang dibenci oleh Allah, karena berarti kita sudah tidak meyakini dengan rahmat dan janji-Nya.

Maka jagalah hati, agar setiap kali bersedih untuk senantiasa kembali kepada-Nya.

Bersedih itu lumrah, namun jangan terlalu lama, karena syaithan akan senantiasa menggoda hati yang lemah untuk ingkar kepa Tuhannya. Na’udzubillah.

Setidaknya ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar selama menunaikan kewajiban bekerja, hasil yang kita peroleh berbuah surga:

1. Niat

Kunci utama dari sebuah ibadah agar berbuah surga adalah niat yang tulus, ikhlas beribadah karena Allah SWT.

Bukan karena ingin mendapatkan uang yang berlimpah dan bonus yang menjulang. Memang hasil akhirnya berupa uang, namun bukan uanglah tujuan utama bekerja melainkan ibadah.

Hamba yang senantiasa mendahulukan Allah dalam setiap urusannya tidak pernah lepas dzikir di hati dan mulutnya.

Saat berangkat bekerja setelah membaca doa lisannya akan dipenuhi oleh kalimat-kalimat bertawakkal kepada Allah. Begitu pulang bekerja ia akan melangitkan kalimat tasbih dan tahmid.

2. Sungguh-Sungguh

Dalam dunia modern sungguh-sungguh menurut Islam diartikan dengan profesional dalam bekerja. Artinya serius dan bertanggung jawab pada setiap tugas yang dilakukan.

Bermodal ketekunan hamba yang sungguh-sungguh tidak akan pernah lari dari tanggung jawabnya.

Profesional artinya bisa membedakan antara urusan pekerjaan dan masalah pribadi, serta tidak mencampur adukkan keduanya.

Urusan pribadi tidak seharusnya mempengaruhi performa bekerja kita sehingga menyebabkan kerugian berbagai pihak.

Untuk itu pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian agar lebih mudah saat menjalankannya. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila ia bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya.” (HR. Tabrani).

3. Bersikap Jujur dan Amanah

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa segala yang kita punya di dunia ini hanyalah titipan dari Allah, termasuk itu pekerjaan yang mapan.

Sebuah titipan dalam bentuk tanggung jawab dalam menunaikan amanah.
Setiap amanah akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat nanti.

Oleh karena itu kerjakanlah pekerjaan dengan penuh keikhlasan dan kejujuran. Jangan sampai ingkar pada setiap tugas yang diberikan atasan.

Kerap kali deadline yang diberikan tidak sesuai dengan beban tugas yang diterima. Sebagai karyawan tidak sedikit yang memilih jalan pintas agar pekerjaan tersebut dapat selesai.

Bukannya mengutamakan dedikasi dan kejujuran banyak dari kita yang khilaf memanipulasi laporan kerja.

Na’udzubillah, tentu saja hal tersebut berujung pada tidak berkahnya hasil yang kita peroleh, berupa gaji.

Implementasi jujur dan amanah dalam bekerja diantaranya adalah dengan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya, tidak curang, obyektif dalam menilai, dan sebagainya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

التَّاجِرُ الصَّدُوْقُ اْلأَمِيْنُ مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ

Seorang pebisnis yang jujur lagi dapat dipercaya, (kelak akan dikumpulkan) bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada.” (HR. Tirmidzi).

4. Senantiasa Menjaga Etika

Etika dapat didefinisikan secara luas, dalam bekerja terdapat beberapa jenis etika diantara etika berbicara, menegur, berpakaian, bergaul, makan dan minum, menghadapi klien, rapat, berbicara kepada atasan, dan lain sebagainya.

Sebagai seorang muslim yang baik tentu saja kita harus bisa mempraktikkan dan jika bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi yang lain.

Dalam Islam etika erat kaitannya dengan akhlak, tentu sebagai hamba Allah yang beriman kita bisa menunjukkan ciri kesempurnaan iman seorang mukmin saat bekerja.

Jangan sampai sikap dan perkataan kita menjadi penyebab rusaknya hubungan di dunia kerja. Karena tentu saja Allah tidak ridha jika kita selalu mendzalimi orang lain saat bekerja.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Sesempurna-sempurnanya keimanan seorang mukmin adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).

5. Tidak Melanggar Prinsip-Prinsip Syariah

Artinya bekerja yang tidak akan merusak amal-amal kebaikan yang selama ini diperbuat. Allah SWT berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلاَ تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.” (QS. Muhammad: 33).

Dunia kerja dipenuhi oleh banyak godaan dari berbagai aspek, dimana jika kita tidak berhati-hati dalam memilih makan akan terjerumus pada yang haram.

Tidak melanggar prinsip-prinsip syariah salah satunya yaitu menjauhi hal-hal buruk seperti riba dan fitnah.

6. Menjauhkan Diri dari Syubhat

Syubhat berarti hal-hal yang meragukan dan bersifat samar-samar sifat kehalalan dan keharamannya.

Misal saja uang yang diperoleh oleh seorang anggota dewan dari pihak luar, dengan adanya indikasi dan tujuan terselubung.

Contoh syubhat dalam urusan jual beli misalnya menjalin hubungan kerja sama dengan supplier yang dzalim yang kita ketahui ia sering melanggar aturan syariah.

Hal ini tentu saja berdampak pada tidak barokahnya rezeki yang kita peroleh nantinya.

Untuk itu kita haru terus berhati-hati dalam berbisnis maupun menjadi pegawai. Jalinlah hubungan dengan orang-orang baik yang senantiasa mengajak pada kebaikan bukan kemudharatan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menjelaskan:

إن الحلال بين و الحرام بين , وبينهما مشتبهات قد لا يعلمهن كثير من الناس , فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه , ومن وقع في الشبهات فقد وقع في الحرام, رواه البخاري ومسلم

Artinya: “Halal itu jelas dan haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara-perkara yang syubhat. Maka barang siapa yang terjerumus dalam perkara yang syubhat, maka ia terjerumus pada yang diharamkan…” (HR. Muslim).

7. Menjaga Ukhuwah Islamiyah

Hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan dalam bekerja adalah menjaga ukhuwah Islamiyah.

Meski bekerja di perusahaan modern milik asing sekalipun, ukhuwah Islamiyah antar sesama muslim tetap harus terjaga.

Jangan sampai pekerjaan menjadikan kita jauh dari silaturahmi karena sibuk dengan urusan sendiri-sendiri.

Justru dengan mempererat tali silaturahmi akan membuka pintu rezeki yang lebih luas dan barokah.

Dalam bekerja bernilai surga akan banyak rintangan yang kita hadapi. Tidak hanya dari dalam sendiri bisa juga berasal dari faktor internal.

Untuk itu senantiasa libatkan Allah dalam segala urusan, jika ada kesulitan mintalah jalan keluarnya kepada Allah.


Terakhir jangan lupa untuk terus memanjatkan doa berangkat bekerja, sebelum atau saat akan mulai bekerja, dan setelah pulang dari bekerja.

Semoga doa-doa yang kita panjatkan menjadi penghalang dari segala marabahaya dan kesulitan.

Demikian beberapa penjelasan kami mengenai Doa Berangkat Bekerja | 7 Ciri Pekerjaan yang Berhadiah Surga. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment