Doa Kamilin Lengkap (Arab, Latin dan Terjemahan)

Sebelum membahas mengenai doa kamilin, kita bahas mengenai salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah shalat sunnah tarawih yang dikerjakan pada waktu malam hari selama satu bulan penuh.

Shalat ini hukumnya sunah muakkad, boleh dikerjakan sendiri ataupun berjamaah. Shalat sunah ini disebut juga sebagai “qiyaamu ramadhan”. Dalam sebuah hadits:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (H.R Bukhori Muslim)


Pengertian Doa


Ritual berikutnya setelah sholat yang biasa dilakukan umat muslim ialah berdoa.

Secara bahasa, kata “doa” bermakna seruan, maka berdoa artinya menyeru, mengucap, memanggil.

Sedangkan secara istilah “doa” adalah suatu permohonan atau permintaan dan ucapan kepada Allah SWT sebagai penguasa alam semesta, seperti contoh: meminta ampunan, pertolongan dari hal-hal yang ditakutkan, keselamatan hidup, ucapan rasa bersyukur, minta diberikan rizki yang halal, ketetapan iman dan Islam, dan lain sebagainya.

Selain merupakan wahana menumpahkan permohonan kepada Sang Khalik, doa mencerminkan pula sebuah ekspresi ketundukan, kepasrahan, dan kerendahan hati di hadapan Sang Pencipta.

Doa bisa diungkapkan oleh siapa saja, dan dilakukan kapan saja.

Salah satunya yakni berdoa seusai melaksanakan shalat tarawih di malam Ramadhan.


Doa Kamilin


Doa ini popular dengan sebutan “doa kamilin”.

Berikut ini doa kamilin yang biasa dibaca para ulama setiap selepas sembahyang tarawih.

Tulisan Arab Doa Kamilin:

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Tulisan Latin Doa Kamilin:

Allahummaj’alna bil imani kamilin. Wa lil faroidlimuaddin. Wa lish-sholati hafidhin. Wa liz-zakati fa’ilin. Wa lima ‘indakatthalibin.

Wa li ‘afwika rojin. Wa bil-huda mutamassikin. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlin. Wa fid-dunya zahdin. Wa fil ‘akhirati raghibin. Wa bil-qodlo’I rodlin.

Wa lin na‘ma’I syakirin. Wa ‘alal bala’i shobirin. Wa tahta liwa’i muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyamati sa’irîna wa ‘alal haudli waridîn.

Wa ilal jannati dakhilin. Wa minannarinajin. Wa’ala sariirlkaromati qo’idin. Wa bi hurun’in mutazawwijin. Wa min sundusin wa istabraqin wadibajin mutalabbisin.

Wa min tha‘amil jannati akilin. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syariban. Bi akwabin wa abariqa wa ka‘sin min ma‘în.

Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minannabiyyina washshiddîqana wasysyuhada’i wasshâlihîna wahasuna ula’ika rafîqan. Dalikal fadl-lu minallahi wa kafa billahi ‘alaman.

Allahummaj‘alna fi hadzihil lailatisysyahrisy syarafail mubarakah minas su‘ada’il maqbulin. Wa la taj‘alna minal asyqiya’il mardudin. Wa shollallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi wa shahbihi ajma‘in. Birahmatika ya arhamarrahimin walhamdulillahirabbil‘alamîn.

Terjemahannya

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad SAW. Pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.  Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” (Lihat Sayyid Utsman bin Yahya,Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).


Momen yang sayang untuk dilewatkan pada saat bulan suci Ramadhan adalah berdoa dan bermunajat di malam hari karena Allah SWT.

Maka dari itu, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk berdoa dan melakukan ibadah lainnya. Sebagaimana diceritakan dalam sebuah hadits, pada suatu hari salah seorang sahabat bertanya:

Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah”.

Kemudian Rasulullah menjawab, “Perbanyaklah berdoa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul”. (HR Ath – Thabrani)

Demikian informasi seputar doa kamilin yang dianjurkan dan terbiasa dibaca bada shalat tarawih dari pasberita. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment