5 Doa Untuk Kedua Orang Tua (Arab, Latin dan Terjemahan)

Assalamu’alaikum pembaca yang bijak! Semoga diberikan kesehatan selalu dan dilimpahkan rezeki yang halal. Kali ini penulis ingin berbagi ilmu tentang doa untuk orang tua. Yuk disimak!!

Kita sebagai anak tidak akan ada tanpa orang tua kita, dan kita yang sudah diberikan kesempatan untuk hadir ke dunia ini sudah sepatutnya menjadikan orang tua sebagai cinta pertama dalam hidup.

Karena sejak dari dalam kandungan sampai kita lahir, suara yang pertama kali kita lihat dan dengar adalah suara orang tua.

Ibu yang telah mengandung selama sembilan bulan dan ayah yang mengumandangkan suara adzan di telinga kita untuk pertama kalinya.

Ketika dewasa dan memiliki penghasilan sendiri sudah menjadi kewajiban kita sebagai anak untuk membahagiakan kedua orangtua sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Tentunya itu belum bisa membalas semua kasih sayang orangtua meski kita berbakti sepanjang usia, karena mereka telah mempertaruhkan nyawa yang tiada banding harganya.

Maka tidak sepatutnya kita sedikitpun melakukan hal yang membuat hati kedua orangtua kita sedih apalagi terluka.

Banyak dari kita yang lupa dengan hakikat berbakti kepada orangtua. Jangan sampai kita menyakiti perasaan mereka tanpa kita sadari.

Hindari membentak orangtua atau meninggikan suara, berbohong kepada kedua orangtua, hingga membuat orangtua meneteskan air mata karena kesalahan kita. Na’udzubillah!


Doa untuk Kedua Orang Tua


Doakan selalu kesehatan, keselamtan, serta kebahagiaan dunia akhirat bagi mereka.

Kali ini penulis ingin sharing untuk sekedar pengingat bagi pembaca semua yang barang kali belum tahu atau mungkin lupa dengan lafadz doa yang ditujukan kepada kedua orangtua.

Baik itu bagi mereka yang masih hidup maupun sudah mendahului kita. Yuk simak!!

Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu perintah Allah yang banyak disebutkan dalam Al-Quran maupun hadits. Salah satunya seperti firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 24:

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

Latin: Wakhfiḍ lahumā janāḥaż-żulli minar-raḥmati wa qur rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā

Artinya: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (kedua orang tua) dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku, kasihinilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil“. (Q.S. Al-Isra : 24).

Mereka telah mewarisi kita sebuah aqidah yang mereka imani, sebut saja Islam.

Tidak heran ada sebuah semboyan yang mengatakan syurga di bawah telapak kaki ibu.

Dimana diartikan bahwa anak yang lahir dari rahim ibunya akan ikut menjalani aqidah yang diimani ibunya.

Jadi surga ditelapak kaki ibu bukan berarti kita harus meminum air basuhan kaki ibu kita ya pembaca yang bijak, melainkan gambaran, akankah si ibu membawa anaknya untuk menelusuri jalan keimanan atau membiarkanya memilih jalan yang penuh kemurkaan Allah.

Anak laki-laki memiliki keharusan untuk berbakti kepada orang tua semasa hidupnya, meski anak laki-laki sudah menikah mereka tetap harus mengutaman bakti mereka kepada orang tua terutama ibu.

Bukan berarti anak perempuan tidak diharuskan semasa hidupnya, namun anak perempuan ketika ia menikah bakti utamanya beralih kepada suami.

Apapun yang diperintahkan oleh orang tua, baik itu penyampainya dengan baik maupun buruk, kasar maupun lemah lembut kita harus tetap mendengarkan dan melaksanakanya selama itu tidak bertentangan dengan perintah Allah.

Dapat disimpulkan bahwa kita sebagai anak tidak akan pernah bisa cukup dalam membalas semua kasih sayang dari kedua orang tua kita.

Meski segunungpun emas berlian yang kita beri, tetap tidak akan pernah menutupi harga pertaruhan nyawa orang tua saat mereka berjuang melahirkan kita.

Maka hindarilah hal-hal yang membuat hati kedua orang tua sedih dan pilu karena tingkah/pola kita.

Doa adalah tiang dimana kita sebagai hamba yang lemah berserah diri kepada Allah untuk terus memohon diberikan perlindungan, kesehatan serta kebahagian kepada orang tua.

Karena Allah yang Maha Kaya dan pemebri rahmat kepada alam semesta. Maka selalu doakan kedua orang tua kita di tiap sembahyang dan sujud agar selalu dalam rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

1) Doa untuk orangtua yang masih hidup

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا

Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shokhiroon

Artinya:Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Baik ibu maupun bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”

2) Doa untuk orangtua yang sedang sakit

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَاْسَ وَاشْفِهُ وانْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma robbannaasi adzhibil ba’sa wasy fihu, wa antas syaafi, laa syifaa-a illa syfaauka, syifaan laa yughaadiru saqaama.

Artinya:  “Ya Allah, Rabb Manusia dan alam semesta, hilangkanlah kesusahan dan berikanlah dia  kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali  kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.

3) Doa untuk orangtua yang sedang sakit parah

اللَّهُمَّ اَحْيِنِي مَاكَا نَتِ الْحَيَاةُ خَيْرً الِّى وَتَوَ فَّنِى مَاكَا نَتْ الوَ فَاةُ خَيْرًا لِى

Allahumma ahyini maa kaa natil khayatu khoirolli, watawaf fanni adza kaanat wafaatu khirolli.

Artinya: Ya Allah, hidupkanlah dia apabila itu lebih baik baginya. Dan matikanlah dia apabila kematian itu lebih baik baginya.”

4) Doa untuk orangtua yang sudah meninggal

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ
الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ
وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’
madkholahu, waghsilhu bil maa i wats-tsalji walbarodi wa naqqihii minal khothoo ya kamaa yunaqqots- tsawbul abyadhu minad danas.

Wa abdilhu daaron khoiron min daarihii wa ahlan khoiron min ahlihii wa zawjan khoiron min zawjihi, wa adkhilhul jannata wa a ‘idzhu min ‘adzaabil qobri wa fitnatihi wa min ‘adzaabin naar.

Artinya:Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah dia. Dan muliakanlah dia di tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan dan dosa seperti baju putih yang bersih dari kotoran.

Dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga-Mu, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”

5) Doa untuk orangtua dan saudaranya

اللَّهُمَّ اغْفِرْلِى ذُنُوْبِى وَلِوَالِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرَا . وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَلْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ . اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْاَمْوَاتِ . وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ . رَبِّ اغْفِرْ وَارْ حَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّ احِمِيْنَ . وَلاَحَوْلَ وَلاَقوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ الْعَلِيِ الْعَظِيْمِ

Allahummaghfirlii, waliwaalidayya, war hamhumma, kamaa robbayaanii shagiiroo. Walijami’il muslimina, walmuslimaati, walmu’miniina, wal mu’minaati, al ahyaa’i minhum wal amwati.

Wataabi’ wabainanaa, wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa anta khoirur
roohimiina, walaa quwwata, illa biilaahi ‘aliyyil adzim.

Artinya:  “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas seluruh dosa – dosaku dan seluruh dosa kedua orang tuaku dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua mengasihiku ketika aku masih kecil.

Begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan – kebaikan-Mu.

Ya Allah berilah ampunan dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”


Banyak maaf penulis ucapkan karena masih banyak kekurangan dalam penulisan. Semoga tulisan sederhana yang penuh dengan kekurangan ini bermanfaat bagi kita semua.

Terimakasih karena telah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ini, kritik dan saran amat membangun.

Leave a Comment