√ Bacaan Doa Qunut Nazilah Tulisan Arab Latin Dan Terjemahannya

Bacaan Doa Qunut Nazilah (Arab, Latin dan Terjemahan)

Doa qunut nazilah, mungkin diantara kita masih ada yang asing dengan itu atau bahkan belum pernah tau dan mengamalkannya sama sekali.

Qunut nazilah berbeda dengan doa qunut yang biasa kita amalkan saat shalat subuh.

Doa qunut biasanya dibaca dalam shalat pada tempat yang khusus dalam posisi berdiri. Termasuk juga doa qunut nazilah yang dibaca sama seperti doa qunut subuh.

Hanya saja qunut nazilah boleh dilakukan pada semua waktu shalat atau tidak harus saat shalat subuh.

Doa qunut nazilah eraat kaitannya dengan bencana yang terjadi dalam artian doa ini disyariatka ketika ada sebuah musibah besar.

Qunut nazilah bukanlah amalan yang boleh dilakukan setiap waktu adapun yang melakukannya secara rutin maupun terus-menerus bisa dikategorikan bid’ah karena tidak termasuk sunah Nabi.

Doa qunut nazilah merupakan sunah yang bisa dibaca atau dilakukan ketika umat Islam tertimpa musibah atau bencana. Misalnya saja peperangan (konflik), bencana alam, wabah, kemarau, dan sebagainya.

Saat umat Islam menjadi korban peperangan atau diperangi seperti saudara-saudara kita di Palestina dan Syiria maupun etnis muslim, seperti saudara-saudara kita muslim Rohingya dan Uighur boleh kita doakan lewat qunut nazilah.

Meskipun bukan kita yang mengalaminya kita tetap bisa mendoakan mereka.

Indonesia sebagai negara yang dilalui jalur ring of fire serta pertemuan beberapa lempeng tektonik juga sering terjadi bencana.

Bencana yang terjadi di Indonesia kebanyakan merupakan bencana alam. Dimana korban jiwa yang terjadi dari bencana alam tersebut jumlahnya tidak sedikit.

Akhir-akhir ini di Indonesia terjadi bencana alam secara beruntun, sebut saja gempa di Lombok, kemudia di Palu, puting beliung di Jabar, serta tsunami di Banten.

Rentan waktu antara bencana-bencana tesebut sangatlah dekat.

Korban jiwa yang pasti terdapat pula penduduk muslimnya di daerah-daerah yang terkena bencana tersebut tidaklah sedikit.

Oleh karenanya kita sebaiknya memanjatkan doa ini bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana.


Doa Qunut Nazilah


Berikut ini doa qunut nazilah beserta latin dan terjemahannya:

للهم أَعِزَّ الإسلامَ و المسلمين , اللهم أَذِلَّ الشِركَ و المُشرِكِين , أللهم انْصُرْ اخوانَنَا المسلمين و المجاهدين و المُسْتَضْعَفِين , فى فلسطين و فى لُبْنَان و فى العراق وفى كل مكان و فى كل زمان.

“Allahumma a’izzal islaama wal muslimiin, allahumma adzillasy syirka wal musyrikiin, Allahumma anshur ihwaananaal muslimiina wal mujaahidiina wal mustadh’afiina fii falisthiin wa fii labnaan wa fiil ‘iraaq wa fii kulli makaani wa fii kulliz zamaan.”

Artinya, “ ya Allah muliakanlah (agama) Islam dan orang Islam, ya Allah hinakan syirik dan musyrik (orang yang berbuat syirik) ya Allah tolonglah saudara kami yang muslim dan mujahidin dan golongan lemah di Palestina, Lebanon, iraq, dan disemua tempat juga semua masa.”

Bacaan qunut nazilah diatas adalah contoh doa yang digunakan untuk mendoakan saudara-saudara sesama muslim yang menjadi korban perang.

Doa tersebut tidak memiliki lafadz tertentu karena lafadznya disesuaikan dengan musibah yang terjadi.

Doa qunut yang sesuai syariat adalah doa yang ringkas begitu juga dengan doa ini. Membaca doa qunut nazilah yang kita baca hendaknya dibatasi pada apa yang menjadi musibah terkini.

Tidak dianjurkan menambah-nambah doa hal-hal lain pada qunut nazilah.

Doa qunut nazilah dilakukan karena adanya musibah besar yang melanda umat Islam.

Jika musibah tersebut telah berakhir maka sebaiknya doa qunut nazilah tidak dilakukan lagi karena tidak sesuai dengan ketentuan atau yang dicontohkan Rasululla SAW.

Jika dibaca pada shalat berjamaah hendaknya imam yang membaca doanya untuk mengeraskan suara saat membaca doa.

Dianjurkan juga untuk makmum agar mengaminkan doa yang dibaca imam seperti saat mengaminkan bacaan Al Fatihah.

Selain doa qunut nazilah diatas, terdapat juga doa qunut yang dibaca oleh Sayyidina Umar dan Ibnu Umar RA. Berikut doanya.

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq.

Artinya:

“Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allâhumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a‘dâ’ad dînilladzîna yashuddûna ‘an sabîlik, wa yukadzzibûna rusulaka wa yuqâtilûna auliyâ’ak. Allâhummaghfir lil mu’minîna wal mu’minât, wal muslimîna wal muslimât, al-ahyâ’i minhum wal amwât, innaka qarîbun mujîbud da‘awât. Allâhumma ashlih dzâta bainihim, wa allif baina qulûbihim, waj‘al fî qulûbihimul îmâna wal hikmah, wa tsabbithum alâ dînika wa rasûlik, wa auzi‘hum an yûfû bi‘ahdikalladzî ‘âhadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilâhal haq, waj‘alnâ minhum, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa alâ âlihi wa shahbihî wa sallam.

Artinya:

“Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.” Doa ini disarikan dari Hasyiyatul Baijuri karya Syekh Ibrahim Al-Baijuri, tanpa keterangan tahun, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 169). Wallahu a’lam.

Demikian penjelasan kami mengenai Bacaan Doa Qunut Nazilah (Arab, Latin dan Terjemahan). Semoga bermanfaat.

Leave a Comment