Bahasa Arab dan Artinya | “Mufradat” yang Sering Digunakan di Indonesia

Bahasa Arab dan Artinya
pcinusudan.com

Bahasa Arab dan Artinya – Di Indonesia bahasa Arab menjadi salah satu bahasa yang paling banyak dipelajari selain bahasa Inggris. Baik di sekolah, maupun di tempat khusus les bahasa. Tahukah kenapa? Karena mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam.

Padahal menurut sejarah, agama yang pertama kali masuk dan berpengaruh besar dalam peradaban Nusantara adalah Hindu-Budha. Namun bahasa Arab menjadi penyumbang banyak kosakata di Indonesia, alasan utamanya karena bahasa ini yang digunakan dalam kitab Al-Qur’an.

Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya, adat, seni, dan bahasa daerah. Dari ujung Sabang sampai Merauke memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Keistimewaan nusantara ini juga tak lepas dari pengaruh budaya asing yang pernah berkunjung.


Sejarah Pengaruh Islam dan Bahasa Arab di Indonesia


Bahasa Arab dan Artinya
dakta.com

Islam baru masuk ke Indonesia setelah Kerajaan Hindu-Budha mengalami kemunduran. Pengaruh Islam dibawa ke Indonesia oleh para saudagar dari Timur Tengah (Arab), India, maupun China yang singgah ke Indonesia untuk berdagang.

Tak dapat dipungkiri Islam di Indonesia tak bisa lepas dari pengaruh Islam di Timur Tengah. Dimana dinamika Islam yang ada di Timur Tengah, akan terus berpengaruh terhadap kehidupan Islam di Indonesia secara langsung.

Selain berpengaruh dalam hal agama perdagangan antar negara ini juga meninggalkan seni dalam berbahasa. Meskipun bahasa Ibu kita adalah bahasa Indonesia, namun tidak sedikit juga memiliki kemiripan dengan bahasa negara luar, seperti bahasa Arab.

Para saudagar tersebut berbicara menggunakan bahasa ibunya dengan sedikit mengerti bahasa Indonesia. Karena interaksi antara masyarakat lokal dan para pedagang akhirnya terjadi akulturasi bahasa. Sedikit demi sedikit masyarakat kita menyadur bahasa Arab menjadi bahasa sehari-hari.

Hubungan bilateral antara Indonesia sangat erat sehingga tidak sedikit dari penduduk kita yang fasih berbahasa Arab, begitu pun sebaliknya. Bahkan beberapa kata sering kita dengarkan dalam percakapan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat.

Seperti hal dari segi bahasa, banyak bahasa-bahasa asing yang disadur ke dalam bahasa sehari-hari masyarakat Indonesia. Beberapa kata dari Bahasa Arab misalnya yang sudah tidak asing kita dengar di tengah-tengah obrolan masyarakat.

Beberapa di antaranya yang paling sering digunakan adalah syukron (terimakasih), afwan (maaf), hasan (baik), laa (tidak), antum (kamu), na’am (ya), fulus (uang), bakhil (pelit), dan lain sebagainya.

Bahasa Arab dan Artinya

transnews.co.id

Penyalinan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia terjadi akibat pengaruh perdagangan para saudagar Arab. Mereka berdagang dan tinggal dalam kurun waktu yang cukup lama di Indonesia, yang kala itu masih berbentuk kerajaan-kerajaan.

Hingga kini penggunaan beberapa kosa kata bahasa Arab masih dilakukan oleh masyarakat kita. Tak jarang yang menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa keseharian, seperti penerapan penggunaan bahasa Arab di berbagai pondok pesantren di pelosok negeri.

Tak heran jika para santri lulusan sekolah pesantren atau sekolah keagamaan (Madrasah) mahir berbahasa Arab. Kebanyakan dari mereka akan melanjutkan studi ke universitas-universitas Islam ternama di dunia, seperti Universitas Al-Azhar di Mesir.

Dalam bahasa Arab kosa kata disebut dengan mufradat. Dimana mufradat terbagi menjadi tiga jenis, yaitu isim (kata benda), fi’il (kata kerja), dan harf (huruf atau nomor).

Bagi para alumni pesantren kegiatan menghafal dan belajar kosa kata bahasa Arab tentu sudah menjadi makanan sehari-hari. Terutama yang pesantrennya berbasis pelajaran kitab kuning, perbedaan isim, fi’il, dan harf tentu sudah di luar kepala.

Pada artikel ini, kami akan menyajikan beberapa contoh kosa kata bahasa Arab dan artinya yang populer digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sembari membaca yuk sembari mempraktikkan:

Isim (Kata Kerja)

يَوْمُ الأَحَدِ : Hari Ahad
يَوْمُ الإِثْنَيْنِ : Hari Senin
وَرْدِي / وَرْدِيَّة : Merah muda/pink
يَوْمُ الأَرْبِعَاءِ : Hari Rabu
يَوْمُ الخَمِيْسِ : Hari Kamis
حَمْرَاء / ُأَحْمَر : Merah
يَوْمُ الجُمُعَةِ : Hari Jum’at
يَوْمُ السَّبْتِ : Hari Sabtu
لَوْنٌ جـ أَلْوَانٌ : Warna
يَوْمُ الثُّلَاثَاءِ : Hari Selasa
أَبْيَض/ ُبَيْضَاء : Putih
ُسَوْدَاء / ُأَسْوَد : Hitam
أَزْرَق / زَرْقَاء : Biru
أَخْضَر/ خَضْرَاء : Hijau
أَصْفَر / صَفْرَاء : Kuning
وَقْتٌ جـ أَوْقَاتٌ : Waktu
دَقِيْقَةٌ جـ دَقَائِقُ : Detik
سَاعَةٌ جـ سَاعَاتٌ : Jam
يَوْمٌ جـ أَيَّامٌ : Hari
صَبَاحٌ : Pagi
نَهَارٌ : Siang
مَسَاءٌ : Sore
لَيْلَةٌ : Malam

أُسْرَةٌ جـ أُسَر Keluarga
جَدٌّ جـ أَجْدَادٌ Kakek
ٌجَدَّةٌ جـ جَدَّات Nenek
أَبٌ جـ آبَاءٌ Ayah
أُمٌّ جـ أُمَّهَاتٌ Ibu
عَمٌّ جـ أَعْمَامٌ Paman dari Ayah
ٌعَمَّةٌ جـ عَمَّات Bibi dari Ayah
ٌخَالٌ جـ أَخْوَال Paman dari Ibu
خَالَةٌ جـ خَالاَت Bibi dari Ibu
أَخْ جـ إِخْوَة Saudara
أُخْتٌ جـ أَخَوَات Saudari
ٌاِبْنٌ جـ أَبْنَاء Putra
بِنْتٌ جـ بَنَات Putri
حَفِيْدٌ جـ أَحْفَاد Cucu (lk)
ٌحَفِيْدَةٌ جـ حَفِيْدَات Cucu (pr)
زَوْجٌ جـ أَزْوَاج Suami
زَوْجَةٌ جـ زَوْجَات Istri

Fi’il (Kata Kerja)

سَعِدَ – يَسْعَد : Bahagia
اِسْتَيْقَظَ – يَسْتَيْقِظُ : Bangun tidur
عَمِلَ – يَعْمَلُ : Bekerja
َعَلَّمَ – يَتَعَلَّم : Belajar
اِحْتَجَّ – يَحْتَجُ : Berargumen
خْتَلَفَ – يَخْتَلِفُ : Berbeda
تَكَلَّمَ – يَتَكَلَّمُ : Berbicara
مَزَحَ – يَمْزَحُ : Bercanda
قَصَّ – يَقُصُّ : Bercerita
جَادَلَ – يُجَادِلُ : Berdebat
قَامَ – يَقُوْم : Berdiri
تَنَاظَرَ – يَتَنَاظَر : Berdiskusi
دَعَا – يَدْعُو : Berdoa
كَذَبَ – يَكْذِبُ : Berdusta
سَبَحَ – يَسْبَحُ : Berenang
حَجَّ – يَحُجُّ : Berhaji
عَبَدَ – يَعْبُد : Beribadah
أَنْفَقَ – يُنْفِقُ : Berinfak
سَارَ – يَسِيْرُ : Berjalan
وَعَدَ – يَعِد : Berjanji
جَاهَدَ – يُجَاهِدُ : Berjihad
اِلْتَقَى – يَلْتَقِي : Berjumpa
خَطَبَ – يَخْطُبُ : Berkhutbah
ضَحَّى – يُضَحِّي : Berkorban
اِجْتَمَعَ – يَجْتَمِعُ : Berkumpul
نَقَصَ – يَنْقُصُ : Berkurang
جَرَى – يَجْرِي : Berlari

Harf (Angka/Nomor)

وَاحِدٌ : Satu
اِثْنَانِ : Dua
ثَلَاثَةٌ : Tiga
أَرْبَعَةٌ : Empat
أَرْبَعَةٌ : Lima
سِتَّةٌ : Enam
سَبْعَةٌ : Tujuh
ثَمَانِيَةٌ : Delapan
تِسْعَةٌ : Sembilan
عَشَرَةٌ : Sepuluh

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*