Hadits tentang Persaudaraan dalam Islam (Ukhuwah Islamiyah)

Hadits tentang Persaudaraan – Persaudaraan antara umat Islam harus terus terjalin sepanjang hayat.

Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan diantara umat muslim merupakan dambaan bagi kita semua dan hal yang harus kita wujudkan bersama.

Tali persaudaraan itu sangat penting untuk kita bangun terutama ukhuwah Islamiyah.

Terwujudnya ukhuwah Islamiyah tentu akan menjadikan Islam semakin kuat dan menjadi agama yang semakin besar dan tak tergoyahkan.

Sayangnya, karena nafsu individu dan kepentingan kelompok hal itu masih jauh dari angan-angan.

Kini pengertian ukhuwah sudah menjadi kabur dan hanya menjaadi sebuah istilah global yang sering diucapkan berulang-ulang tanpa makna.

Sering kali seseorang mengajak berukhuwah, tapi kemudian ia sudah memancing kekeruhan dengan mencela orang lain.

Terkadang juga mereka menyalahkan orang lian atas perseteruan yang terjadi padahal mereka yang memulai semua ini.

 

Beginilah kondisi persaudaraan umat manusia termasuk didalamnya ukhuwah Islamiyah.

Banyak orang yang sikap dan orientasinya terkungkung oleh opini fanatisme golongan.

Permasalahan ukhuwah atau persaudaraan dan persatuan ini menjadi masalah yang sangat penting.

Sesungguhnya Islam sangat menekankan persaudaraan serta persatuan.

Bahkan Islam itu sendiri datang untuk mempersatukan umatnya dan bukan justru memecah belah antar golongan.


Dalil Qur’an Mengenai Ukhuwah


Di dalam Al Qur’an Allah telah banyak memerintahkan kita agar bersatu di dalam agama dan melarang adanya perselisihan dan perpecahan.

Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan tentang perkara ini dengan sangat terang dan mudah dipahami bahkan oleh orang awam.

Dia melarang kita untuk tidak mencontoh orang-orang sebelum kita yang saling berselisih dan terpecah belah dalam urusan agama hingga mereka hancur karenanya.

Adapun dalil Al Qur’an mengenai hal ini, diantaranya pada firman Allah:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.[Ali Imran: 103]

Apa yang diinginkan oleh Allah Azza wa Jalla dengan ayat ini adalah: Berpengang teguh pada agama dan ketetapan Alla Azza wa Jalla. Dimana dengan agama dan ketetapan Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan agar kita bersatu dalam satu kalimat kebenaran dan berserah pada perintah Allah Azza wa Jalla.

Kita harus mengingat semua nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kita manakala diantara kita saling bermusuhan saling bermusuhan karena kemusyrikan.

Banyak orang yang saling membunuh satu sama lain disebabkan fanatisme golongan. Seharusnya mereka sibuk taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Allah Azza wa Jalla kemudian memepersatukan hati-hati kita dengan datangnya Islam. Dia jadikan kita semua sebagai saudara dalam satu ukhuwah Islamiyah.

Padahal sebelumnya orang-orang saling bermusuhan sekarang dipersatukan dalam hubungan, yakni Agama Islam.

hadits tentang persaudaraan
image source: artikula.id

Hadits tentang Persaudaraan Islam


Jangan sampai kita seperti para Ahli Kitab yang bercerai berai dan berselisih dalam agama juga perintah dan larangan Allah.

Padahal telah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas berupa bukti-bukti dari Allah.

Mereka dulu berselisih di dalamnya padahal mereka memahami kebenaran, tapi mereka sengaja menentangnya, menyelisihi perintah Allah, dan membatalkan ikatan perjanjian yang dibuat oleh Allah.

Dan mereka para Ahli Kitab yang berpecah belah serta berselisih dalam agama Allah sesudah datangnya Islam akan mendapat azab yang berat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى هَهُنَا. يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh tidak menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini. – Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali-. (kemudian beliau bersabda lagi:) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. [HR. Muslim]

Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَتَبَاغَضُوْا وَلاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَدَابَرُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara[Muttafaq ‘Alaih]

Itulah beberapa dalil yang menekankan pentingnya ukhuwah dan persatuan. Demikianlah Islam datang untuk mempersatukan umatnya dan bukan untuk memecah belah.

Umat Islam dituntut untuk bersaudara dan bersatu padu di bawah naungan Islam yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah.

Persatuan dan kesatuan bukan berarti mengabaikan teguran kepada yang berbuat salah.

Apabila ada yang menyimpang di dalam agama Islam tentu harus kita tegur dengan keras karena penyimpangan dalam agama sama saja merusak persaudaraan Islam itu sendiri.

Demikian penjelasan kami mengenai hadits tentang persaudaraan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment