Hadits tentang Sopan Santun (Berdakwah dan Bertutur Kata)

Hadits tentang Sopan Santun – Sopan santun merupakan sebuah akhlak terpuji atau akhlakul karimah.

Orang yang perlu kita contoh dan kita tauladani dalam hal sopan santun tak lain dan tak bukan adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.


Hadits tentang Sopan Santun


Adab atau etika yang harus dimiliki dan dipraktikkan seorang muslim adalah sopan santun. Itulah yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallau aalaihi wa sallam dan para sahabatnya. Seperti yang telah Allah firmankan:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. [al- Qalam: 4]

Sopan santun adalah dua sikap terpuji yang berjalan beriringan.

Sopan adalah rasa hormat terhadap siapa saja yang berinteraksi dengan kita dan memudahkan urusannya.

Sementara santun adalah sikap lemah lembut dan bertoleransi kepada orang lain.

Apa yang dimaksud dengan toleransi disini bukanlah mentolerir segala hal termasuk juga kemaksiatan, tapi bagaimana kita menghadapi segala sesuatu dengan santun dan tanpa kekerasan.

Sikap sopan santun harus kita terapkan kepada siapa saja, baik itu orang tua, muda, kaya, maupun miskin.

Nabiyullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam merupakan manusia yang bertatakrama dan selalu bersopan santun baik dalam tutur kata maupun perbuatan.

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita mencontoh akhlak mulia dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam merupakan seseorang yang sangat pemalu meskipun tegas dalam berdakwah.

Tutur kata beliau sangat santun, lembut, bersahaja, dan selalu menjaga kesopanan.

Beliau tidak pernah membicarakan hal yang tabu atau vulgar sebagai bahan pembicaraan.

Berkata Lemah Lembut

hadits tentang sopan santun
image source: news.detik.com

Tidak ada kata keji apalagi ungkapan porno dalam perangai Beliau. Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu berkata bahwasannya:

لَمْ يَكُنْ النَّيُِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا

Artinya: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan orang yang perkataannya keji ataupun orang yang berusaha berkata keji.[HR. Bukhari]

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selalu menggunakan bahasa kiasan (kinayah) saat menyinggung perbuatan keji maupun saat membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan aurat.

Di dalam Islam dikenal istilah mudarah atau bersikap lemah lembut. Sikap lemah lembuh adalah bagian dari akhlak seorang muslim dan juga contoh bersopan santun.

Seorang muslim harus menampilkan senyum dan berbicara halus terhadap orang lain meskipun sikap mereka buruk.

Sebagaimana yang dulu pernah Nabi shallallahu alaihi wa sallam lakukan.

Sebelumnya, Beliau shallallahu alaihi wa sallam menceritakan pada istrinya, ‘Aisyah radhiyallahu’anha tentang perangai buruk seseorang yang datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Setelah yang bersangkutan pergi, Aisyah bertanya: “Wahai Rasulullah. Engkau tadi (dihadapanku) telah berucap menyangkut perangai (buruk) orang itu, tetapi kenapa engkau tetap berlemah lembut kepadanya?”

Nabi Menjawab, “Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya disisi Allah adalah siapa yang ditinggalkan oleh manusia karena ingin menjauhi keburukannya.” [HR. Muslim]

Dakwah dengan Lemah Lembut

Mengapa Islam mengajarkan sopan santu dan berlemah lembut terhadap orang lain? Hal itu dikarenakan agar Islam menjadi agama yang mudah diterima.

Sesungguhnya tabiat manusia itu selalu menerima apapun selama apa yang disampaikan padanya dengan etika dan kelembutan.

Bahkan kebathilan sekalipun jika disampaikan dengan lemah lebut bisa menghasut orang lain untuk melakukannya.

Meskipun begitu di dalam Islam juga mengenal kata tegas bila memang diperlukan dengan pertimbangan mashlahat dan mafsadatnya.

Seringkali dilupakan bahwa unsur dalam penyampaian dakwah adalah dengan lemah lembut dan sopan santun.

Sebagaimana yang telah Allah firmankan di dalam Al Qur’an surah Ali Imran: 159 yang artinya:

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Dakwah dengan keras dan kasar tentu bertentangan dengan apa yang dianjurkan dalam Qur’an dan Sunnah. Ini telah banyak membuat manusia lari dari dakwah yang haq.

Apabila ingin berdakwah hendaknya kita sampaikan kritikan dnegan penuh sopan santun.

Agar semua orang paham bahwa para ahlus sunnah adalah orang-orang yang sangat menjunjung tinggi adab serta etika apalagi dalam dakwah.

Bersikap keras dalam berdakwah bukanlah sebuah alternatif dan justru akan memecah belah umat.

Selain itu, kelembutan juga merupakan salah satu sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sadba Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

يا عائشة ! إن الله رفيق يحب الرفق، ويعطي على الرفق ما لا يعطي على العنف، وما لا يعطي على ما سواه

Artinya: “Wahai Aisyah, sesunguhnya Allah itu Maha lembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya” [HR Muslim]


Demikian penjelasan kami mengenai hadits tentang sopan santun. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment