Macam Macam Rezeki | Cara Unik Allah dalam Memberikan Barokah-Nya

Macam-Macam Rezeki
madaninews.id

Macam-Macam Rezeki – Rezeki manusia dan seluruh makhluk hidup di muka bumi ini sudah dijamin oleh Allah SWT. Lalu apa yang kita takutkan jika Allah saja sudah mengatakan di dalam firman Nya:

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَىْءٍ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya: “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Ar Rum: 40).

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS. Hud: 6).

Namun, tentu saja rezeki tersebut akan datang dengan begitu saja. Setiap manusia diberi kemampuan oleh Yang Maha Kuasa agar digunakan semestinya dalam menjalani hidup. Jadi kita yang harus pandai menjemputnya.

Rezeki banyak jenisnya, apapun yang kita peroleh di dunia ini adalah rezeki. Tidur dengan nyenyak, bernapas dengan nyaman, dan makanan yang mengenyangkan merupakan macam-macam rezeki yang mesti dipahami.


Macam-Macam Rezeki dan Sumbernya


hipwee.com

Tujuan memahami macam-macam rezeki adalah agar kita senantiasa bersyukur dalam segala keadaan. Hal tersebut akan membantu kita untuk selalu berkhusnudzon kepada Allah SWT. Baik di kala lapang, khususnya di kala sempit melanda.

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ

Artinya: “Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?” (QS. An Nahl: 71).

Rezeki setiap makhluk hidup itu berbeda-beda. Ada yang diberikan harta melimpah namun tidak memiliki anak. Ada pula yang hidupnya sederhana namun anaknya banyak. Sebuah ironikah?

Tentu saja bukan, setiap makhluk sudah diatur masing-masing perannya oleh Allah SWT. Bagi si kaya mungkin yang tidak memiliki anak mungkin saja ditakdirkan Allah menjadi orang dermawan yang selalu menyalurkan rezekinya bagi anak yatim di panti asuhan.

Sedangkan dia yang hidupnya sederhana namun memiliki banyak anak, Allah menjadikan mereka orang tua terbaik di dunia karena berhasil mencetak generasi yang taat beragama.

Nah, agar kita memahami tentang bagaimana uniknya cara Allah memberikan karunia kepada masing-masing hamba-Nya, mari simak ulasan mengenai macam-macam rezeki di bawah ini:

Rezeki Karena Berusaha

Usaha atau ikhtiar sudah sepatutnya kita lakukan jika ingin memperoleh penghasilan. Setiap yang berusaha lebih Insya Allah hasilnya pun berlipat. Berbeda halnya dengan orang yang berusaha seadanya tanpa ada motivasi, maka hasil yang ia peroleh pun sesuai dengan takaran usahanya.

“Man Jadda Wa Jada”.

Jika kamu seorang pelajar, usahamu dalam belajar yang giat dan gigih akan membuahkan hasil manis berupa prestasi yang gemilang. Cita-citamu untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi tentu bisa diraih.

Pada dasarnya meskipun Allah sudah menjamin rezeki setiap hamba-Nya, namun sebagai makhluk yang diberikan kemampuan kita dianjurkan untuk menjemput bola. Jangan hanya berdiam diri dan menunggu, karena rezeki tidak akan datang dengan sendirinya.

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

Artinya: “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS. An Najm: 39).

Rezeki Karena Bersyukur

Macam-macam rezeki yang Allah sediakan, salah satunya lewat syukur. Allah menjanjikan akan menambah karunia-Nya kepada hamba yang senantiasa bersyukur. Syukur adalah wujud dari rasa terimakasih hamba terhadap Tuhannya, baik dari segi materiil maupun hal-hal yang luput dari perhatian kita.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim:7).

Seperti tubuh yang sehat, udara yang kita hirup, teman-teman yang setia, dan berbagai hal non-materiil lainnya. Kesemua itu juga menjadi bagian dari rezeki yang datangnya dari Allah SWT.

Kalimat yang selalu menjadi penyemangat orang-orang bertakwa adalah “Sudahkah anda bersyukur hari ini?”.

Besar kecilnya sebuah pendapatan tetap harus kita terima dengan hati yang lapang penuh keikhlasan. Insya Allah jika kita mensyukurinya, maka Allah akan melipat gandakan rezeki tersebut di kemudian hari. Tidak selalu berupa uang, namun bisa saja dalam bentuk hal lainnya.

Rezeki Karena Bertakwa

Dalam praktiknya takwa berarti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Segala ibadah yang kita lakukan di dunia ini semua berujung pada peningkatan ketakwaan. Bersabar dalam segala kekurangan pun juga menjadi bagian dari sifat takwa.

Disaat jalan yang ditempuh terasa buntu, maka berdoalah kepada Allah setelah ikhtiar maksimalmu. Insya Allah, akan ada jalan keluar dari masa-masa sulit yang kamu hadapi.

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا۟ ذَوَىْ عَدْلٍ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلشَّهَٰدَةَ لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

Artimya: “Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath Thalaq: 2-3).

Rezeki tersebut bisa saja datang dari arah yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun seringkali manusia luput tidak menyadari bahwa Allah telah memberikan rezeki-Nya kepada kita. Seperti kita bisa bangun tidur dengan baik di setiap paginya, bayangkan jika kita tidak bisa bangun lagi?

Mari tingkatkan ketakwaan kepada Allah, semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya. Aamiin Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Rezeki Karena Menikah

Banyak dari kita yang menunggu mapan dulu baru menikah, dalam artian menunggu dapat pekerjaan yang tetap. Hal tersebut tentu tidak ada salahnya, namun pekerjaan tetap tidak harus menjadi syarat yang mutlak untuk bisa menikah.

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur: 32).

Pekerjaan tetap jangan dijadikan patokan agar bisa menikah. Namun menikahlah karena memang sudah mampu secara usia, baligh, dan mencari keridhaan Allah lewat mahligai rumah tangga. Jika diniatkan untuk ibadah, Allah yang nanti membukakan jalan untuk mendapatkan pekerjaan.

Tidak mesti menjadi karyawan, menjadi pedagang, mubaligh, dan sederetan pekerjaan halal lainnya juga bisa menjadi pintu pembuka rezeki. Karena pada dasarnya menikah itu sendiri merupakan pintu rezeki bagi setiap hamba Allah yang bertakwa.

Rezeki Karena Sedekah

Jangan pernah iri melihat kekayaan orang lain, mungkin saja ibadah yang dia lakukan lebih baik dari kita tanpa kita ketahui. Rezeki tidak akan pernah tertukar, apa yang sudah ditakdirkan menjadi milikmu pada akhirnya akan berada dalam genggamanmu.

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245).

Sedekah merupakan jalan untuk membersihkan harta dari hal-hal yang tidak baik. Membelanjakan harta di jalan Allah sama saja dengan melipat gandakan rezeki bagi diri sendiri.

Orang yang hidupnya sederhana namun terlihat bahagia bisa jadi sedekahnya lebih banyak daripada kita. Gaji yang tinggi serta rumah yang mewah tidak menjamin seseorang memperoleh rezeki berupa kebahagiaan.

Maka perbanyaklah sedekah, mungkin harta yang kita peroleh tidak sebanyak orang lain namun ketenangan hati dan jiwa juga mahal harganya.

Rezeki Karena Istighfar

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,” (QS. Nuh: 10).

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

Artinya: “Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” (QS. Nuh: 11).

Dalam sehari-hari secara tidak sengaja kita mungkin pernah menyakiti perasaan orang lain, maka beristighfarlah. Minta maaf kepada orang yang bersangkutan dan sampaikan bahwa kita tidak ada maksud untuk berbuat zalim.

Kenapa istighfar bisa menjadi pintu rezeki? Karena dosa adalah penghalang bagi seseorang untuk memperoleh rezeki yang halal. Orang yang senantiasa mendekati dosa hatinya tidak akan tenang meskipun hidup bergelimang harta.

Untuk itu jika kamu merasa beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, perbanyaklah istighfar. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan mengasihi hamba-hamba yang mendekat kepada-Nya dalam ampunan.

Rezeki Karena Anak

Jika ada rezeki karena menikah, maka setelahnya ada pula rezeki karena anak. Setiap anak yang terlahir ke dunia sudah dijamin rezekinya oleh Allah. Maka dari itu bagi yang sudah menikah janganlah menunda-nunda untuk memiliki momongan.

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (Al Isra: 31).

Kehadiran anak itu sendiri sudah merupakan rezeki bagi para orang tua. Banyak pasangan yang bahkan bertahun-tahun harus menunggu kehadiran sang buah hati. Sungguh jika kita sengaja menunda pemberian karunia dari Allah, kita termasuk ke dalam orang-orang yang merugi.


Cara Menggapai Rezeki

Setelah shalat subuh berdzikir dan berdoalah kepada Allah, pinta kelancaran aktivitas dan diberikan rezeki yang barokah dan melimpah.

Pagi hari adalah waku yang tepat untuk memulai mencari macam-macam rezeki di muka bumi ini. Karena di pagi hari pikiran kita masih segar belum terkontaminasi oleh kesibukan yang lainnya. Tenaga masih full dan badan cenderung masih energik untuk menjalankan berbagai aktivitas.

Pikiran masih enteng dan hati juga masih ringan. Gunakanlah kesempatan tersebut dengan baik, jangan malah tidur selepas subuh. Karena kita akan kehilangan kesempatan dan kebarokahan pagi hari.

Beberapa sumber menyebutkan di waktu subuh hingga menjelang matahari terbit terdapat karunia Allah yang hanya orang-orang tertentu bisa meraihnya. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa menjaga waktu paginya dengan berdzikir dan tak pernah henti berusaha.

Jadi, biasakan untuk selalu bangun pagi ya supaya rezekinya nggak kepatok ayam, kalau kata orang Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*