Macam-Macam Akhlak

Macam-Macam Akhlak | Uraian Lengkap Mengenai Definisi dan Contohnya

Macam-Macam Akhlak – Allah SWT menurunkan agama Islam sebagai pedoman untuk memperbaiki akhlak umat manusia di dunia. Dalam Islam, seseorang akan memiliki derajat yang tinggi apabila ia memiliki akhlak yang baik. Betapa pentingnya akhlak sehingga menjadi penentu baik buruknya perilaku seorang manusia.

Dari zaman dahulu sampai saat ini akhlak tetap menjadi parameter penting dalam kehidupan bersosial seorang manusia. Karena akhlak akan menentukan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam agama Islam, dasar dan sumber pokok dari Akhlak adalah Al-Quran dan Hadits yang merupakan sumber hukum utama.

Namun, Allah menciptakan hal di dunia ini secara berpasang-pasangan, pun begitu dengan macam-macam akhlak. Disamping akhlak yang baik, terdapat juga akhlak yang tidak baik atau sering kali dikenal dengan akhlak tercela.

Akhlak tidak baik ini jika terdapat dalam diri seseorang akan merugikan tidak hanya dirinya sendiri, akan tetapi juga akan merugikan orang-orang dan lingkungan sekitarnya.


Macam-Macam Akhlak di Agama Islam


symbianplanet.net

Menurut bahasa, akhlak berasal dari bahasa Arab dan merupakan jama’ dari kata “Khuluqun” yang jika diartikan kedalam bahasa Indonesia memiliki arti “budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat.”

Dalam agama Islam terdapat dua macam akhlak yaitu akhlak yang baik (Khuluq al-Hasan) dan akhlak yang buruk (Khuluq al-Sayyi’).

Akhlak Baik

Akhlak yang baik sejatinya merupakan bagian esensi agama dan sekaligus merupakan hasil dari kesungguhan dari orang-orang yang bertakwa. Berfungsi untuk melatih orang-orang yang ahli dalam urusan ibadah mendekatkan diri kepada Allah. Berikut ini merupakan beberapa contoh dari akhlak yang baik.

1. Amanah

Macam-Macam Akhlak
muslimobsession.org

Secara bahasa “amanah” artinya dapat dipercaya. Artinya seseorang apabila diberi kepercayaan, maka ia akan menjaga kepercayaan tersebut dan tidak mengecewakan orang yang sudah mempercayainya. Salah satu contoh yang dapat kita ambil sebagai panutan adalah Rasullullah SAW. Beliau adalah orang yang paling amanah di bumi Allah.

Dalam perspektif Islam, makna amanah tidaklah sesempit hanya menjaga kepercayaan orang lain, namun memiliki makna yang lebih luas.

Makna tersebut bermuara pada satu pengertian yaitu setiap orang yang merasakan bahwa Allah SWT selalu menyertai di setiap urusan yang dilakukannya. Dan seseorang itu memahami dan yakin bahwa kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban atas hal-hal yang dilakukannya.

Dalam memilih seseorang untuk mengemban suatu amanah tertentu, maka terdapat indikator macam-macam akhlak yang dapat menjadi acuan di keseharian seseorang, diantaranya adalah:

  • Memperhatikan kesejahteraan umat
  • Tidak korupsi
  • Tidak menipu dengan melakukan kebohongan-kebohongan publik
  • Bersikap dan bertindak bijaksana
  • Tidak mengkhianati janji-janjinya
  • Tidak menyalahgunakan jabatan

2. Shiddiq

keepstudy.org

Kata “Shiddiq” berasal dari Bahasa Arab yaitu “Shadaqan/ Shadiqan” yang artinya benar, jujur, nyata, atau berkata benar. Sikap ini selayaknya harus ada pada setiap muslim. Dengan memiliki sikap yang jujur, maka akan membuat seseorang akan meraih derajat dan kehormatan baik di mata Allah SWT maupun di mata sesama manusia.

Seseorang yang memiliki kejujuran, maka ia akan senantiasa mengatakan kebenaran secara nyata dan terang. Ia akan menyampaikan informasi yang sesuai dengan kenyataan yang ia ketahui dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, seseorang yang jujur juga akan membenarkan tuntunan Illahi melalui ucapan yang dibuktikan dengan pengamalan yang dapat dilihat dari kehidupan sehari-harinya. Ada tiga jenis sikap Shiddiq, yaitu :

a. Shiddiq dalam perkataan : yaitu seseorang senantiasa menegakkan lisannya di atas perkataan seperti tegaknya bulir pada tangkainya.

b. Shiddiq dalam perbuatan : yaitu seseorang yang menegakkan atau mengamalkan perintah dan mengikuti sunnah, hal ini diibaratkan seperti tegaknya kepala di atas jasad.

c. Shiddiq dalam keadaan : yaitu seseorang yang menegakkan amal hati dan anggota tubuh pada keikhlasan.

Dalam ilmu Tasawuf As-Shiddiq dimaknai sebagai :

  • Kesesuaian antara yang tampak dan tidak tampak
  • Pernyataan yang benar dalam situasi yang berbahaya sekalipun
  • Tidak adanya niat kotor dalam rohaninya
  • Loyalitas kepada Allah SWT melalui amal
  • Tidak adanya keraguan dalam keyakinan dan tidak adanya cacat dalam amalan

Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang yang memiliki sifat Shiddiq, maka ia akan mengedepankan kebenaran, keterusterangan, dan ketulusan. Orang tersebut mengatakan sesuatu dengan jujur, objektif dan apa adanya sesuai dengan fakta yang ada.

3. Fathonah

Arti dari kata “Fathonah” adalah intelektual, kecerdikan atau kebijaksanaan. Seseorang yang memiliki sifat ini maka ia akan mengerti dan memahami apa yang menjadi tugas dan kewajibannya.

Selain itu, seseorang yang memiliki sifat ini akan mendorong ia menjadi lebih kreatif sehingga dapat menghasilkan karya yang inovatif. Hal ini karena ia akan haus akan pengembangan diri (self improvement) sehingga ia akan selalu memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan. Baik ilmu yang ia kuasai atau ilmu-ilmu baru yang ia sukai.

Akhlak Tidak Baik (Tercela)

docplayer.info

Akhlak yang buruk dapat menjadi racun yang bisa membahayakan manusia dan menjauhkan diri dari sisi Allah SWT. Berikut ini merupakan contoh-contoh akhlak yang tidak baik yang tidak patut untuk dicontoh:

1. Sifat Dendam

Memiliki sifat dendam merupakan salah satu akhlak yang tidak terpuji. Seseorang yang memelihara sifat ini, maka hidupnya tidak akan tenang, karena ia akan selalu berpikiran bagaimana caranya untuk membalaskan dendamnya dan terkadang dapat mencelakakan orang tersebut.

Sifat ini tentu penyakit hati yang akan menggerogoti hati seorang manusia dan mengakibatkan hidupnya tidak nyaman. Adapun ciri-ciri seseorang yang memiliki sifat dendam ialah:

1) Sulit untuk memaafkan kesalahan orang lain,
2) akan sangat marah atau jengkel jika melihat orang lain hidup bahagia,
3) terkadang, untuk melampiaskan dendamnya, ia tak segan untuk menggunakan cara licik, dan
4) akan sangat senang sekali jika melihat orang lain hidup menderita.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sifat tidak baik akan menggerogoti hati seseorang dan berdampak negatif (merugikan) diri sendiri seperti :

  • Tidak berkembang, karena ia hanya memikirkan bagaimana caranya membalaskan dendam sehingga lupa untuk memperkaya diri dengan hal-hal yang lebih bermanfaat.
  • Karena hanya fokus dengan dendam terhadap orang lain, maka ia tidak dapat melihat potensi dirinya sendiri.
  • Gampang terpancing dengan hal-hal kecil dan menjadi sangat emosional.
  • Tidak memiliki hidup yang damai karena suka mencari keributan dengan orang lain.

2. Munafik

Allah SWT sangat membenci orang yang munafik. Hal ini karena orang munafik ketika ia berbicara maka perkataannya selalu ingkar dan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Orang-orang yang munafik sesungguhnya adalah orang yang ingkar kepada Allah SWT. Adapun karakter orang-orang munafik adalah sebagai berikut :

  • Pembohong
  • Menjadikan sumpah bohong sebagai tameng
  • Orang munafik akan berupaya untuk menghalangi manusia untuk masuk agama Iislam (menghalangi jalan Allah)
  • Memiliki amal yang jelek karena mengotori iman dengan kekafiran dengan memperlihatkan sesuatu yang berbeda dengan yang sesungguhnya (yang ada dalam hatinya).
  • Hatinya jelek
  • Tampilannya menarik, namun batinnya rusak
  • Akan mengatakan hal-hal yang manis namun buruk jiwanya
  • Suka berprasangka buruk
  • Sombong
  • Melarang orang lain untuk berbuat kebaikan (infaq atau sodaqoh).

Dari beberapa uraian macam-macam akhlak tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan perbuatan yang baik, maka akan tercipta kehidupan yang damai dan ketentraman hati.

Namun, jika memiliki sifat yang buruk maka akan membuat hidup menjadi tidak tenang yang justru akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Oleh sebab itu, maka hendaknya kita selalu berbuat baik dan meminta perlindungan Allah SWT agar selalu dijadikan hamba yang selalu lurus di jalan yang Allah ridhoi.

1 thought on “Macam-Macam Akhlak | Uraian Lengkap Mengenai Definisi dan Contohnya”

Leave a Comment