Pengertian Ilmu Kalam, Objek Kajian, serta Aliran-alirannya

pengertian ilmu kalam
mostaql.com

Pengertian Ilmu kalam ialah sebuah ilmu yang berkaitan dengan filsafat. Ilmu kalam kerap diartikan sebagai filsafat atau teologi Islam. Kalam merupakan kata dalam bahasa Arab yang berarti perkataan. Perkataan yang dimaksud disini adalah Firman Tuhan juga perkataan manusia.


Pengertian Ilmu Kalam


Ilmu kalam dapat diartikan sebagai disiplin ilmu yang mengkaji agama Islam terkait dengan berbagai argumentasi tentang akidah iman yang diperkuat dengan dalil-dalil rasional. Disebut ilmu kalam karena yang menjadi objek kajian adalah Kalam Tuhan (Al Quran) dan manusia.

Definisi lain mengenai pengertian ilmu kalam ialah ilmu yang membicarakan tentang wujud-wujud Allah, sifat-sifat wajibNya, sifat-sifat mustahilNya, sifat yang mungkin ada padaNya, Rasul-rasulNya beserta sifat yang ada dan tidak ada pada mereka. [Ahmad Hanafi]

Menurut Ibnu Khaldun, ilmu kalam adalah ilmu yang mengandung argumentasi rasional untuk menguatkan akidah-akidah imaniyyah dan menolak pandangan ahli bid’ah. Dimana dalam pandangan para ahli bid’ah tersebut banyak penyimpangan aqidah dari hadzab salaful shalih dan ahlus sunnah yang merusak tauhid.

Al-Taftaazzaanii mengatakan bahwa yang disebut ilmu kalam karena persoalan-persoalan yang pertama kali dibahas dalam sejarah kajiannya adalah Kalam (firman) Allah. hakikat ilmu kalam sama halnya dengan ilmu teologi bagi orang-orang Nasrani.

Sebagai salah satu disiplin ilmu dalam Islam, ilmu kalam berfokus pada Tuhan untuk sentral pembahasannya. Hal itu juga yang menyebabkan disamakannya ilmu kalam dengan teologi. Lalu apakah ilmu kalam dan teologi bisa saling menggantikan.

Istilah teologi berasal dari tradisi Nasrani yang diadopsi oleh beberapa ilmuwan Islam sehingga menghiasi khazanah intelektual Islam. Kata teologi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Theos (Tuhan) dan logos (ilmu).

Jika hanya dipandang dari segi bahasa baik teologi maupun ilmu kalam keduanya bisa saling menggantikan. Meskipun dari istilah kebahasaan sama, tapi dari segi etimologis serta isinya banyak perbedaan diantara keduanya.

Lahirnya Ilmu Kalam

Benih-benih lahirnya ilmu kalam sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Memang secara historis ilmu ini baru ada atau muncul beberapa ddekade setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam wafat.

Dapat dikatakan bahwa ilmu kalam baru tersistematiskan pada masa pemerintahan Khalifah Al-Makmun dari daulah Abbasiyah (813-833 M). Kemunculan ilmu ini menjadikan pahan Mu’tazilah sebagai mahdzab resmi pemerintahan.

Kembali ke awal munculnya benih-benih ilmu kalam di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa salllam. Saat itu ada sahabat yang bertanya kepada Beliau mengenai ‘al qadar’. lanjut dimasa khulafaur rasyidin Umat Islam tetap berpegang teguh pada pangkal aqidah yang telah diwarisi oleh Rasulullah SAW.

Skisme dalam Islam

Fenomena skisme (perpecahan sosial-keagamaan) earat dikaitkan dengan munculnya ilmu kalam. Dimulai saat terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan mulailah bibit perpecahan di tubuh umat Muslim muncul. Perpecahan yang cukup besar terjadi saat masa pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib.

Berawal dari perbedaan politik merembet kepada perbedaan pendapat tentang iman dan kekafiran. Peristiwa tahkim atau arbitrase antara pihak Ali dengan Muawiyah saat itu memunculkan skisme dalam Islam.

Pendukung Ali garis keras merupakan kelompok yang mula-mula memunculkan persoalan teologis dalam tubuh umat Islam. Mereka mereprentasikan bentuk ekstrimitas keberagaman-keislaman. Berawal dari sana pula tumbuhlah aliran Syiah dan Sunni (ahlus sunnah). Munculnya masalah-masalah teologis inilah yang melahirkan ilmu kalam.

Secara garis besar ada faktor-faktor yang mempengaruhi lahirnya Ilmu Kalam, baik itu faktor dari dalam maupun luar. Faktor dari dalam tentu datang dari dalam tubuh agama Islam itu sendiri, sedangkan faktor dari luar tentu datang dari luar agama Islam dan kebudayaan lain.

Faktor-faktor dari dalam yang menjadi penyebab, diantaranya: Pertama, Al Quran mengajak kepada tauhid dan kenabian serta golongan-golongan tentang kepercayaan tauhid. Kedua, penyebaran Islam ke negeri-negeri baru memunculkan persoalan agama dan berusaha menjawabnya. Ketiga, persoalan politik.

Sedangkan faktor dari luar, yaitu: Pertama, banyak diantara pemeluk Islam yang mulanya beragama lain dan sudah banyak yang menjadi pemuka agamanya. Kedua, golongan Mu’tazilah memusatkan perhatiannya untuk penyiaran Islam dan membantah alasan orang yang memusuhi Islam. Ketiga, para mutakallimin (penganut ilmu kalam) hendak mengimbangi lawan-lawannya yang menggunakan filsafat.

Perbedaan Pengertian Ilmu Kalam, Filsafat dan Al Qur’an

Terdapat banyak perbedaan anatara ilmu kalam dengan filsafat meskipun keduanya memiliki kesamaan dari segi penggunaan akal dalam eksplorasi kebenaran. Adapun perbedaan diantara keduanya secara garis besar adalah:

1. Mutakallimin lebih dulu percaya pada pokok persoalan dan mempercayai kebenarannya barulah menerapkan dalil-dalil pikiran untuk membuktikannya. Di lain pihak filsafat lepas dari pengaruh-pengaruh maupun kepercayaan serta dalam penyelidikan menyusun dalil pikiran sampai mencapai suati hasil. Apapun hasilnya mereka yakini benar.

2. Dilihat dari segi pembinaannya, ilmu kalam muncul berangsur-angsur dengan persoalan yang terpisah-pisah. Filsafat muncul melalui fase-fase pertumbuhan di Yunani dan negeri-negeri lainnya yang sejalan.

Perbedaan metode antara Ilmu kalam dan Al Quran, adalah Al Qur’an tidak menyusun dalil-dalilnya secara logika. Qur’an juga tidak menggunakan istilah-istilah filsafat, seperti jauhar, arad, dan lain sebagainya.

Tidak juga mengurai problem pemikiran dengan panjang lebar karena agama tidak hanya untuk para filsuf dan orang-orang pandai saja. Jika patokan yang digunakan Al Quran semata-mata hanya ilmu pengetahuan, maka hanya segolongan kecil manusia yang akan beriman kepada Allah dan agamaNya.

Objek Kajian Ilmu Kalam

1. Wujud Tuhan
2. Keesaan Tuhan
3. Zat dan Sifat
4. SIfat-sifat Aktif
5. Sifat Ilmu
6. Sifat Kalam
7. Kejisiman Tuhan
8. Arah
9. Ru’yat
10. Keadilan Tuhan
11. Qadha dan Qadar

Aliran-aliran dalam Ilmu Kalam

1. Mu’tazilah

Mu’tazilah merupakan aliran ilmu kalam yang terbesar dan tertua atau bisa dibilang pertama. Peranannya dalam filsafat Islam sangatlah penting bagi mereka yang ingin mengkaji agama dan sejarah pemikiran Islam.

Lahirnya aliran Mu’tazilah sendiri kurang ;ebih pada permulaan abad kedua Hijriah di kota Basrah. Basrah merupakan pusat ilmu dan peradaban Islam di kala itu. Selain itu Basrah menjadi tempat perpaduan budaya asing dan juga bermacam-macam agama.

2. Ash’ariyah

Munculnya aliran Ash’ariyah dikarenakan suasana yang keruh dalam aliran Mu’tazilah. Tokoh aliran Al Ash’ariyah awalnya membela aliran Mu’tazilah sebelum akhirnya dia tinggalkan dan justru berlawanan dengannya. Pemikiran ini dicetuskan oleh ‘Abd Hasan Ali bin Ismail al As’ari yang merupakan keturunan dari Abu Musa Al Ash’ari.

3. Maturidiyah

Aliran maturidiyah masih tergolong aliran yang sesuai ddengan pemikiran ahlus sunnah sama halnya dengan aliran Ash’ariyah. Pendirinya adalah Muhammad bin Muhammad Abu Mansur yang dilahirkan di Maturid.

Al-Maturidiyah mendasarkan pemikirannya akan kepercayaan pada pikiran-pikiran Islam Imam Abu Hanifah. Maturidiyah banyak memberikan ulasan-ulasan terhadap kitab-kitab karya Abu Hanifah (mahdzab Hanafi).

4. Ibnu Rushd

Ibnu Rushd atau Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rushd merupakan bangsawan yang lahir di Cordova. Sejak kecil hingga dewasa Ibnu Rushd banyak mempelajari fiqh dan Ilmu kalam dari berbagai Mahdzab dan aliran.

Waktu kecil ia memperlajari ilmu kalam yang difahamkan oleh aliran Al ‘Ash’ariyah dari ulama-ulama di negerinya. Ia kemudian mempelajari fiqh dari Mahdzab Maliki serta belajar hadits kepada ayahnya sendiri.

Keywords: Pengertian Ilmu kalam

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*