Pengertian Islam dan dalam Al Quran Beserta Tingkatannya

Pengertian Islam memiliki banyak makna dan tidak sebatas nama sebuah agama saja. Makna dari Islam pun sangat mendalam.

Berikut penjelasan tentang makna Islam dari berbagai sumber.


Pengertian Islam


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Islam berarti agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Dimana agama ini berpedoman pada kitab suci Al Qur’an yang diturunkan ke dunia berupa wahyu Allah subhanahu wa Ta’ala.

Islam merupakan agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi tauladan hidup seluruh manusia hingga akhir zaman.

Pengertian Islam secara harfiah adalah damai, selamat, dan bersih. Kata Islam sendiri terbentuk dari tiga huruf, yakni sin (س), lam (ل), dan (م) mim yang bermakna dasar selamat سلم(salama).

al-Islaam berarti agama yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Dimana ajarannya bersifat fleksibel dan universal atau rahmatan lil ‘alamiin. Kata

Islam juga dapat berarti penyerahan diri kepada Allah Subhanahhu wa Ta’ala, tunduk, dan patuh kepadaNya. Dapat juga berarti selamat sentosa atau sejahtera.

Berkaitan dengan arti selamat sentosa orang Muslim berarti orang-orang yang selamat sentosa. Sementara nonMuslim berarti tidak selamat sentosa.

Itulah mengapa Islam menyebut orang selain Muslim sebagai kafir karena jika menyebut mereka dengan nonMuslim itu sama saja mendoakan mereka celaka.

Sedangkan di dalam Islam hal tersebut tidak dibenarkan.


Pengertiaan Islam dalam Al Qur’an


Secara bahasa (etimologi) Islam berarti tunduk, payuh, atau berserah diri. Sementara menurut syariat (terminologi) kata Islam memiliki dua pengertian.

Pertama, apabila disebutkan sendiri tanpa diiringi dengan kata iman, maka pengertian Islam mencakup seluruh agama.

Baik ushul maupun furu’ juga seluruh masalah menyangkut aqidah, ibadah, keyakinan, perkataan, dan perbuatan.

Dengan kata lain, pengertian ini menunjukkan kata Islam adalah mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati, dan meyakini dengan hati dan bertawakal kepada Allah Ta’ala.

Al-Islaam memiliki arti tunduk, patuh atau kepatuhan seseorang secara lahir dan batin seraya meyakini semua ajaran atau agama yang dibawa oleh Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Di dalam Al Qur’an kata Islam, Muslim, dan Muslimin digunakan lebih luas lagi. Bahkan untuk sebutan agama sejak Nabi Adam hingga ke Nabi Muhammad.

Dalil yang berkaitan dengan definisi pertama, antara lain:

1. Wasiat Nabi Ibrahim kepada putra-putranya

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.[QS. Al Baqarah: 132]

2. Pengakuan para tukang sihir Fir’aun ketika menyatakan beriman kepada Musa

وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا ۚ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Artinya: Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami”. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”.[QS. Al-A’raf: 126]

3. Ikrar orang-orang Hawariyyun kepada Nabi Isa alaihis-salam

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Artinya: Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.[QS. Ali Imran: 52]

Kedua, apabila kata Islam disebutkan bersamaan ddengan kata iman, maka yang dimaksud dengan Islam disini adalah: Perkataan dan amal amal lahiriyah yang dengannya terjaga diri serta hartanya. Baik ia meyakini Islam atau tidak dan kata iman berkaitan dengan amal hati. Sebagaimana firman Allah [QS. Al Hujuraat: 14]

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.


Tingkatan Keislaman


Tingkat Pertama adalah Islam

Pada tingkatan ini meliputi lima rukun Dinul-Islam, yakni:

1. Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar, kecuali Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah utusan Allah.

2. Menjalankan shalat

3. Menunaikan zakat

4. Berpuasa di bulan Ramadhan

5. Beribadah haji ke Baitullah bagi yang mampu.

Tingkat kedua adalah Iman

Pada tingkatan ini meliputi keenam rukun iman, yakni:

1. Beriman kepada Allah

2. Beriman kepada malaikat-malaikat Nya

3. Iman kepada kitab-kitab Nya

4. Iman kepada rasul-rasul Nya

5. Mengimani hari akhir

6. Mengimani takdir yang baik dan buruk

Tingkatan ketiga adalah Ihsan

Di tingkatan ihsan hanya memiliki satu rukun, yakni beribadah kepada Allah seakan akan kita melihat Nya. Jika kita melihat Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu juga.


Demikian penjelasan kami mengenai Pengertian Islam. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment