Pengertian Jihad Menurut Para Ahli dan Hakikatnya

Pengertian Jihad Menurut Para Ahli dan Hakikatnya

Pengertian jihad adalah perjuangan dengan sekuat tenaga baik secara fisik maupun nono fisik untuk membela agama Allah (Islam) dan melawan kemungkaran atau hal yang bathil. Kata jihad juga bisa berarti perang suci.


Pengertian Jihad



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata jihad memiliki beberapa arti:

Pertama, jihad berarti usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan. Kedua, usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan mengorbankan harta, benda, jiwa, dan raga. Ketiga, perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam dengan syarat-syarat tertentu.

Kebanyakan orang awam masih belum mengerti mengenai makna jihad. Terkadang orang menyalah artikan jihad sebagai perang melawan orang kafir.

Padahal makna jihad yang sebenarnya bukanlah melawan orangnya, tapi kebathilannya siapapun itu. Jadi tidak benar bila mengartikan jihad sebagai perang melawan orang kafir.

Jihad juga banyak macamnya, ada jihad akbar, jihad asgar, jihad fisabilillah, jihad nafsi, jihad tulisan, serta jihad ucapan. Berikut ini penjelasan masing-masing jenis jihad tersebut:

1. Al-jihaad al-akbar, yang dimaksud disini adalah melawan hawa nafsunya sendiri yang jahat karena musuhnya tidak tampak. Akbar sendiri berarti besar.

Itulah mengawa melawan hawa nafsu jahat dikategorikan jihad besar karena musuhnya ada dalam diri sendiri dan tidak tampak.
Dalam bahasa Arab jihad melawan diri hawa nafsu disebut jihaadun-nafsi.

2. Al-jihaad al asghar, yang dimaksud disini adalah melawan musuh di medan perang walaupun pertempuran itu sangat dahsyat. Asghar sendiri berarti kecil. Lantas mengapa perang besar dikategorikan jihad kecil? Hal itu dikarenakan musuhnya tampak sehingga kita tahu targernya dan gampang untuk melawannya.

3. Selanjutnya ada al-jihaad fii sabilillaah dimana ini merupakan sebuah perjuangan yang dilakukan di jalan Allah untuk kemajuan agama Islam serta mempertahankan kebenaran. Bentuknya bisa apa saja, termasuk juga belajar agama Islam ke perantauan.

Ada dua kategori jihad yang termasuk jihad fii sabilillah. Bisa dengan tulisan bisa juga dengan ucapan.

Berjihad dengan menggunakan tulisan sebagai sarana berdakwah, seperti menulis artikel atau buku dinamakan jihaa bil-qalam. Sementara berjihad yang dilakukan menggunakan ucapan, seperti berceramah disebut dengan jihaad bil-lisan.

Pengertian Jihad Menurut Para Ahli

Mengerahkan segala kemampuan juga merupakan pengertian dari jihaad. Di dalam ilmu fikih kata jihaad berarti memerangi kaum kafir dalamrangka membela agama Islam.

Dr. Wahbah Zuhaili mengatakan jika jihaad tidak hanya mengerahkan segala kemampuan dan kekuatan untuk memerangi orang kafir, tapi juga menahan serangan mereka dengan nyawa, harta, ilmu, serta lisan.

Sementara Syafi’i berpendapat jika JIhaad hukumnhya adalah wajib dan kewajiban itu terus hingga akhir zaman. Kewajiban dalam berjihad adalah wujuubul-wasaa’il, yaitu kewajiban sebagai perantara saja dan bukan tujuan.

Perlu digaris bawahi lagi jika tujuan Jihad bukan membunuh orang kafir, tetapi menyampaikan hidayah. Apabila hidayah bisa disampaikan tanpa adanya perang atau senjata, maka itu lebih baik.

Hakikat Jihad

Berjihad merupakan puncak kekuatan dan kemuliaan dalam Islam dan orang yang melakukannya akan menempati kedudukan tinggi di surga kelak. Sebagaimana ia memiliki kedudukan tinggi di dunia. Hakikat dari berjihad memiliki makna yang sangat luas.

Ada berjihad melawan hawa nafsu, berjihad melawan setan, dan berjihad melawan orang-orang fasik dari kalangan ahli bid’ah dan maksiat. Sementara menurut syara’ berjihad adalah mencurahkan segenap kemampuan untuk memerangi orang kafir.

Sehingga bisa kita simpulkan bahwa berjihad itu meliputi empat hal:

1. Berjihad untuk melawan hawa nafsu

2. Untuk melawan setan

3. Melawan orang-orang fasik, pelaku kezaliman, bid’ah, dan kemungkaran, serta

4. Melawan orang-orang munafik dan kafir.

Firman Allah tentang Berjihad

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.[QS. Al Hajj: 78]

Keywords: Pengertian, Jihad

Leave a Comment